Rupiah diprediksi kian tertekan jelang pertemuan the Fed
Selasa, 17 Desember 2013 - 08:07 WIB
Rupiah diprediksi kian tertekan jelang pertemuan the Fed
A
A
A
Sindonews.com - Kian dekatnya pertemuan The Fed membuat rupiah malah makin tertekan dan membuat pelaku pasar mencari mata uang yang dinilai safe heaven, seperti dolar Amerika Serikat (USD) dan yen.
Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada mengatakan, laju rupiah sesuai dengan target support Rp12.105 per USD.
"Sedangkan rentangnya berada di kisaran Rp12.123-Rp12.089 mengacu kurs tengah Bank Indonesia," kata Reza, Selasa (17/12/2013).
Dia menjelaskan, sentimen jelang pertemuan FOMC di AS akan membuat banyak pelaku pasar keluar dan mencari alternatif investasi yang lebih stabil seperti USD dan yen.
"Akibatnya penguatan dua mata uang tersebut akan berimbas negatif karena mata uang yang dinilai high risk seperti rupiah akan ditinggalkan," tambah Reza.
Kemarin, nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg ditutup pada level Rp12.105/USD. Posisi sore ini mendatar dibanding penutupan Jumat (13/12/2013) di level Rp12.106/USD.
Sementara posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada di level Rp12.105/USD atau melemah 24 poin dibandingkan penutupan akhir pekan lalu di level Rp12.081/USD.
Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada mengatakan, laju rupiah sesuai dengan target support Rp12.105 per USD.
"Sedangkan rentangnya berada di kisaran Rp12.123-Rp12.089 mengacu kurs tengah Bank Indonesia," kata Reza, Selasa (17/12/2013).
Dia menjelaskan, sentimen jelang pertemuan FOMC di AS akan membuat banyak pelaku pasar keluar dan mencari alternatif investasi yang lebih stabil seperti USD dan yen.
"Akibatnya penguatan dua mata uang tersebut akan berimbas negatif karena mata uang yang dinilai high risk seperti rupiah akan ditinggalkan," tambah Reza.
Kemarin, nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg ditutup pada level Rp12.105/USD. Posisi sore ini mendatar dibanding penutupan Jumat (13/12/2013) di level Rp12.106/USD.
Sementara posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada di level Rp12.105/USD atau melemah 24 poin dibandingkan penutupan akhir pekan lalu di level Rp12.081/USD.
(rna)