Transaksi saham BEI meningkat jadi Rp6,3 T/hari
Rabu, 18 Desember 2013 - 09:42 WIB
Transaksi saham BEI meningkat jadi Rp6,3 T/hari
A
A
A
Sindonews.com - Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Ito Warsito menyambut bahagia perkembangan pasar modal Tanah Air. Selain mencatatkan rekor terbaru jumlah emiten baru selama 12 tahun, pihaknya juga mencatatkan adanya kenaikan signifikan sekitar 40 persen pada sisi transaksi perdagangan harian.
"Emiten yang melantai hari ini adalah emiten ke-31 yang dicatatkan tahun ini. Rekor baru sejak tahun 2001. Tahun ini, likuiditas perdagangan juga meningkat. Tahun lalu hanya Rp4,5 triliun per hari, tahun ini sudah sangat signifikan yakni mencapai Rp6,3 triliun per hari," ungkap Ito di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (18/12/2013).
Ito menyebutkan, meningkatnya partisipasi masyarakat dalam investasi di pasar modal sebagai kontributor utama, sehingga likuiditas perdagangan di pasar modal Indonesia bisa terus meningkat.
"Kegairahan investor untuk bertransaksi yang terus meningkat ditambah jumlah investor yang juga bertambah. Artinya, partisipasi masyarakan untuk berinvestasi di pasar modal terus meningkat," kata Ito.
Yang lebih membahagiakan dari peningkatan jumlah partisipasi masyarakat sebagai investor tersebut, dia menuturkan, justru partisipasi dari domestik yang meningkat. Dengan demikian diharapkan ketergantungan terhadap asing dapat berkurang dan indeks harga saham tanah air dapat lebih resisten terhadap gejolak ekonomi di luar negeri.
"Yang banyak masuk baru itu terutama investor domestrik. Porsinya sekarang 60 persen domestik dan 40 persen asing, dalam perdagangan harian lebih banyak domestik. Tapi kepemilikan memang didominasi asing, kepemilikan asingnya masih 64 persen," tutur Ito.
"Emiten yang melantai hari ini adalah emiten ke-31 yang dicatatkan tahun ini. Rekor baru sejak tahun 2001. Tahun ini, likuiditas perdagangan juga meningkat. Tahun lalu hanya Rp4,5 triliun per hari, tahun ini sudah sangat signifikan yakni mencapai Rp6,3 triliun per hari," ungkap Ito di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (18/12/2013).
Ito menyebutkan, meningkatnya partisipasi masyarakat dalam investasi di pasar modal sebagai kontributor utama, sehingga likuiditas perdagangan di pasar modal Indonesia bisa terus meningkat.
"Kegairahan investor untuk bertransaksi yang terus meningkat ditambah jumlah investor yang juga bertambah. Artinya, partisipasi masyarakan untuk berinvestasi di pasar modal terus meningkat," kata Ito.
Yang lebih membahagiakan dari peningkatan jumlah partisipasi masyarakat sebagai investor tersebut, dia menuturkan, justru partisipasi dari domestik yang meningkat. Dengan demikian diharapkan ketergantungan terhadap asing dapat berkurang dan indeks harga saham tanah air dapat lebih resisten terhadap gejolak ekonomi di luar negeri.
"Yang banyak masuk baru itu terutama investor domestrik. Porsinya sekarang 60 persen domestik dan 40 persen asing, dalam perdagangan harian lebih banyak domestik. Tapi kepemilikan memang didominasi asing, kepemilikan asingnya masih 64 persen," tutur Ito.
(rna)
Lihat Juga :