Rupiah tertekan aksi jual

Senin, 23 Desember 2013 - 08:56 WIB
Rupiah tertekan aksi...
Rupiah tertekan aksi jual
A A A
Sindonews.com - Sentimen akan dimulainya tapering off pada Januari 2014 masih mendominasi pelemahan pada sejumlah mata uang, termasuk rupiah.

Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada mengatakan, laju nilai tukar dolar Amerika Serikat (USD) berpotensi kembali melanjutkan penguatan seiring aksi pelaku pasar yang masih banyak mengakumulasi mata uang tersebut dan juga kebutuhan akan USD jelang akhir tahun yang meningkat.

"Adanya spekulasi larangan ekspor barang mentah ditanggapi negatif karena akan berpengaruh pada masih melemahnya current account Indonesia," kata Reza, Senin (23/12/2013).

Melihat bentangan laju rupiah yang diproyeksikan akan terjadi pada hari ini pun terlihat begitu pesimistis untuk kembali menguat ke atas level Rp12.000 per USD. Lajunya hari ini, dia memprediksi, justru berada jauh di bawah rentang tersebut.

"Laju rupiah di bawah target support Rp12.245 per USD. Rentang rupiah di kisaran Rp12.260-12.225 per USD mengacu kurs tengah BI," ujar Reza.

Melihat lajunya sepekan kemarin, tampak bagaimana laju nilai tukar rupiah masih terbelenggu dalam zona merah. Pada pekan lalu, kian dekatnya pertemuan The Fed menyebabkan laju rupiah makin tertekan.

Apalagi pelaku pasar kian mencari mata uang yang dinilai save heaven, diantaranya USD dan mungkin juga yen sehingga mata uang yang dinilai high risk seperti rupiah kian ditinggalkan.

Belum banyaknya pelaku pasar yang beralih kepada rupiah membuat nilai tukarnya belum dapat menguat signifikan dan USD masih bergerak menguat.

Akan tetapi, penguatan USD dapat diimbangi dengan apresiasi euro seiring rilis kenaikan trade balance Italia dan indeks manufacturing PMI serta service PMI Jerman yang juga diikuti oleh indeks yang sama untuk zona Eropa.

Meski laju rupiah sempat menguat tipis, jelang rilis pertemuan FOMC aksi beli USD kian gencar, sehingga melemahkan nilai tukar rupiah. Apalagi nilai tukar yen kembali melemah setelah dirilisnya penurunan ekspor-impor Jepang yang berujung pada membengkaknya defisit perdagangannya, sehingga seolah memberikan peluang penguatan cukup besar pada USD.

Tidak hanya IHSG, rupiah pun turut merespon hasil rapat FOMC. Bedanya, IHSG melaju positif, namun rupiah kian makin tertekan dengan hasil rapat tersebut.

Hasil rapat FOMC yang memberikan sinyal pemangkasan stimulus meskipun masih Januari 2014, namun telah membuat spekulasi terhadap aksi beli USD kian besar. Tidak hanya itu, pelemahan mata uang Asia setelah merespon hasil rapat FOMC tersebut dan juga melemahnya nilai tukar Euro seiring aksi wait and see pelaku pasar jelang pertemuan Uni Eropa juga berimbas negatif pada rupiah hingga akhir pekan.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Pertamina Evaluasi Insiden...
Pertamina Evaluasi Insiden Mobil Tangki di Cianjur, Pasokan BBM Dipastikan Aman
27 menit yang lalu
Bertemu PM Modi, Prabowo...
Bertemu PM Modi, Prabowo Minta QRIS Segera Bisa Dipakai di India
40 menit yang lalu
Setelah 24 Tahun Vakum,...
Setelah 24 Tahun Vakum, Sumur LLA-5 PHE ONWJ Hasilkan Minyak 780 Barel per Hari
1 jam yang lalu
Pulihkan Harapan, Brantas...
Pulihkan Harapan, Brantas Abipraya Bersama PU Hadir dalam Penanganan Pascabencana di Sumatera
1 jam yang lalu
Hadirkan Teknologi Smart...
Hadirkan Teknologi Smart Ecosystem Compactplus, Produksi Lokal Berstandar Internasional
1 jam yang lalu
Purbaya dan Said Iqbal...
Purbaya dan Said Iqbal Mau Makan Siang Bareng Besok, Ada Apa?
1 jam yang lalu
Infografis
AS Jual Rudal AMRAAM...
AS Jual Rudal AMRAAM ke Arab Saudi Senilai Rp57,6 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved