Atasi pelemahan rupiah, RI perkuat pangan nasional

Jum'at, 27 Desember 2013 - 18:32 WIB
Atasi pelemahan rupiah,...
Atasi pelemahan rupiah, RI perkuat pangan nasional
A A A
Sindonews.com - Pelemahan rupiah yang dipengaruhi kebijakan Bank Central Amerika Serikat (The Fed) bisa ditekan risikonya dengan langkah memperkuat pangan nasional sehingga bisa menggairahkan kegiatan ekspor.

Menteri Perdagangan Gita Wirjawan mengungkapkan, pelemahan rupiah yang terjadi belakangan ini tak lepas dari sikap Bank Central AS yang menurunkan aktivitas pelonggaran kuantitatif. Langkah ini mengakibatkan penyiraman dolar ke sistem keuangan di dunia akan semakin dikurangi.

Kata Gita, Kondisi ini akhirnya mempengaruhi banyaknya dolar di pasaran sehingga dolar menguat dan nilai tukar di manapun mengalami pelemahan termasuk rupiah. "Saya kira ini akan berkelanjutan, karena sifat Bank Central akan berkelanjutan," ujarnya, Jumat (27/12/2013).

Meski demkian, dia meyakini dengan langkah fiskal yang diambil pemerintah dan langkah moneternya bisa mengurangi risiko atau mitigasi terjadinya kelanjutan pelemahan rupiah di pasar.

Selain itu, seiring meningkatnya kepercayaan di pasar mengenai langkah yang terus diambil pemerintah. Dia juga melihat ada beberapa efek dalam perdagangan atas dampaknya pelemahan rupiah.

Gita mengungkapkan, pelemahan rupiah bisa mendorong peningkatan kapasitas eksportir untuk meningkatkan kegiatan ekspornya.

Hanya saja, hal itu juga dapat mempengaruhi tidak terlalu positif terkait kegiatan impor mengingat masih ada makanan atau produk pangan yang harus diimpor di mana hal ini sedikit banyak juga mempengaruhi inflasi.

"Ke depan kita harus perkuat pangan nasional, saya bersedia berkomunikasi dengaan kemeterian terkait supaya bisa ditingkatkan produksi pangan kita," imbuhnya.

Dengan komunikasi yang lebih intenif dengan kementerian terkait sehingga bisa meningkatkan produksi dalam negeri. Demikian kegiatan ekspor lainnya perlu ditingkatkan seperti tekstil, alas kaki dan kerajinan. "Saya optimis industrialiasi mulai kelihatan di Indonesia yang terkait produk impor seperti otomatif dan kapal," ucapnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Bahan Pangan Masih Impor,...
Bahan Pangan Masih Impor, Siap-siap Hadapi Lonjakan Harga Imbas Rupiah Loyo
Habiskan Triliunan Rupiah,...
Habiskan Triliunan Rupiah, Lahan Gambut Bakal Disulap Jadi Food Estate
Inflasi Global jadi...
Inflasi Global jadi Ancaman Serius Bagi Indonesia, Nasib Rupiah Gimana?
Pemerintah Targetkan...
Pemerintah Targetkan Cetak Sawah dengan Total Anggaran 15 Triliun Rupiah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Berita Terkini
Mengulik Pemicu Fenomena...
Mengulik Pemicu Fenomena Financial Anxiety dan Lipstick Effect di Tengah Tekanan Ekonomi
40 menit yang lalu
BCA Perkuat Platform...
BCA Perkuat Platform Digital, Transaksi Nasabah Melalui Kanal Digital Tembus 99,8%
44 menit yang lalu
Koperasi Boleh Kelola...
Koperasi Boleh Kelola Tambang, Menkop Ferry: Sebaiknya Bukan Kopdes Merah Putih
57 menit yang lalu
Rupiah Belum Menjauh...
Rupiah Belum Menjauh dari Level Rp18.068 per USD, Intip 2 Sentimen Penyebabnya
1 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Pastikan SPBU di Medan Beroperasi Normal
2 jam yang lalu
Kopdes Merah Putih di...
Kopdes Merah Putih di Melawai Baru Cuan Rp78 Ribu dalam 6 Bulan, Menkop Ferry Buka Suara
2 jam yang lalu
Infografis
10 Negara Menaikkan...
10 Negara Menaikkan Harga BBM Akibat Perang AS-Iran, Banyak Tetangga RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved