IHSG diprediksi sulit ditutup di level 4.300

Sabtu, 28 Desember 2013 - 16:11 WIB
IHSG diprediksi sulit...
IHSG diprediksi sulit ditutup di level 4.300
A A A
Sindonews.com - Belum kondusifnya kondisi ekonomi karena sentimen yang datang dari luar negeri ditambah sepinya perdagangan dalam negeri jelang Tahun Baru membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada akhir tahun ini diproyeksi ditutup di bawah level 4.300.

"Akhir tahun 2013 penutupan IHSG mungkin berada di kisaran 4.190-4.242," prediksi analis riset PT OSO Securities Andri Goklas, Sabtu (28/12/2013).

Dia mengatakan, posisi IHSG tersebut terutama disebabkan sepinya perdagangan di dalam negeri mengingat banyaknya hari libur jelang tutup tahun 2013. Selain itu, belum kondusifnya sentimen dari market global saat ini.

"Ini karena Hari libur saja banyak jelang akhir tahun. Kemudian masih ada juga sentimen negatif dari pelemahan rupiah dan sentimen-sentimen global, seperti membaiknya ekonomi Amerika Serikat yang memperkuat adanya asumsi the Fed akan semakin cepat melakukan pengurangan stimulus ekonominya," tutur dia.

Prediksi serupa diungkapkan Kepala Riset MNC Securities Edwin Sebayang. Menurut dia, membaiknya sentimen Amerika Serikat (AS) yang tidak dibarengi sentimen dalam negeri, seperti merosotnya mata uang domestik membuat laju IHSG sulit ditutup sesuai penutupan tahun sebelumnya.

Pada 2012, IHSG ditutup di level 4.316,69. Sementara pada penghujung tahun ini, dia memprediksi, IHSG akan bergerak di level support 4.109 dan resistance 4.263.

"IHSG di akhir 2013 dperkirakan sulit ditutup setara penutupan IHSG di tahun 2012. Artinya, performance IHSG menjadi salah satu indeks terburuk di kawasan Asia," ujar dia.

Sementara nilai tukar rupiah akhir tahun ini berpotensi ditutup di kisaran Rp12.300-12.400 per USD. Pada Jumat (27/12/2013), nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg ditutup di level Rp12.261 per USD. Posisi ini terdepresiasi 60 poin dibanding penutupan Selasa (24/12/2013) di level Rp12.201 per USD.

"Kombinasi penguatan ekonomi Amerika, ditambah proyeksi pelemahan pertumbuhan ekonomi Indonesia membuat posisi rupiah terhadap dolar semakin tertekan. Akhir tahun mungkin bisa ke level Rp12.300-12.400 per USD," kata pengamat pasar uang dari PT Bank Saudara Rully Nova.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
IHSG Tidak Terbendung,...
IHSG Tidak Terbendung, Pagi Ini Dibuka Terus Menguat ke Level 6.018
Lanjutkan Penguatan...
Lanjutkan Penguatan di Pagi Hari, IHSG Sentuh Level 6.085
Tembus USD16,54 Miliar,...
Tembus USD16,54 Miliar, Ekspor Desember 2020 Tertinggi Sejak 2013
Bergerak Dua Arah, IHSG...
Bergerak Dua Arah, IHSG Akhir Pekan Ditutup Melemah ke Level 6.104
IHSG Kehabisan Tenaga,...
IHSG Kehabisan Tenaga, Terkoreksi 2,38 Poin di Akhir Sesi
IHSG Punya Kekuatan...
IHSG Punya Kekuatan Sultan, Mendekati Level 6.200
Berita Terkini
IHSG Babak Belur di...
IHSG Babak Belur di Paruh Pertama 2026, Modal Asing Sepanjang Juni Kabur Rp19,63 Triliun
9 menit yang lalu
Tren Liburan Jarak Dekat...
Tren Liburan Jarak Dekat Meningkat, Traveloka Hadirkan Diskon Perjalanan
32 menit yang lalu
Evaluasi Sukses, Perpindahan...
Evaluasi Sukses, Perpindahan Layanan Umrah ke Terminal 2F Dipercepat Jadi 10 Juli!
47 menit yang lalu
Dorong Budaya Taat Pajak,...
Dorong Budaya Taat Pajak, Bapenda DKI Jakarta Beri Apresiasi Wajib Pajak PKB Teladan
58 menit yang lalu
Indonesia Negara Kaya...
Indonesia Negara Kaya Batu Bara, Mengapa Justru Impor dari AS?
1 jam yang lalu
Pengusaha Buka Suara...
Pengusaha Buka Suara soal Pabrik Otomotif Jepang Kabur dari RI ke Vietnam
2 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved