Penyusunan RAPBD 2014 Yogyakarta dianggap tak serius

Senin, 30 Desember 2013 - 12:21 WIB
Penyusunan RAPBD 2014...
Penyusunan RAPBD 2014 Yogyakarta dianggap tak serius
A A A
Sindonews.com – Belum selesainya pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) 2014 Kota Yogyakarta, terus memantik reaksi. Isi RAPBD yang diajukan Pemkot dinilai justru memperlihatkan ketidakseriusan Pemkot membuat Yogyakarta lebih baik.

Wakil Ketua DPRD Kota Yogyakarta M Ali Fahmi mengungkapkan, indikasi ketidakseriusan Pemkot dalam menyusun RAPBD 2014 terlihat dari tidak adanya visi misi dan greget yang muncul dalam skema RAPBD. Ini tidak saja pada RAPBD kali ini, tapi juga terjadi pada periode sebelumnya.

Pemkot menggunakan data kedaluwarsa untuk mengendorse kebijakan di 2014 mendatang. "Sebagian besar data yang digunakan adalah data 2011, padahal data ini digunakan untuk kebijakan 2014. Data ini sudah tidak layak digunakan,” kata Ali, Senin (30/12/2013).

Selain itu, indikator capaian yang ditetapkan Pemkot terlampau rendah. Padahal, target semestinya bisa lebih besar karena potensi yang bisa didapat melebihi target yang ditetapkan Pemkot. Sehingga prestasi pelampauan target pelaksanaan APBD bukan karena optimalnya kinerja, melainkan karena proyeksi itu terlampau mudah dilampaui.

“Ini memunculkan kecurigaan bahwa proyeksi pendapatan RAPBD dibuat semacam itu semata-mata untuk memperoleh “insentif pelampauan target”. Juga berarti bahwa potensi dana yang dapat dipakai untuk membiayai pembangunan sebenarnya masih banyak yang belum diraih,” jelasnya.

Dia menambahkan, RAPBD 2014 dipastikan tidak selesai tahun ini. Kondisi ini akan berimplikasi pada pelaksanaan pembangunan dan berkurangnya sumber dana yang bisa dimanfaatkan dalam APBD 2014 nanti. Kondisi ini juga akan membuat banyak pelaksanaan program tertunda.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Realisasi Serapan APBD...
Realisasi Serapan APBD Asahan Baru Capai 36,8 Persen
APBD Kabupaten Bekasi...
APBD Kabupaten Bekasi 2022 Fokus Pemulihan Ekonomi
Sekjen Kemendagri Dorong...
Sekjen Kemendagri Dorong Pemda Optimalkan Realisasi APBD
Tak Ditampung di APBD...
Tak Ditampung di APBD TA 2022, Janji Dana Korporasi Rp350 Miliar Bupati Simalungun Kandas
Realisasi Target Pendapatan...
Realisasi Target Pendapatan APBD Kendal 2019 Capai 95%
Rapat Koordinasi, Mendagri...
Rapat Koordinasi, Mendagri Tekankan Realisasi APBD
Berita Terkini
Diplomasi Sawit Perlu...
Diplomasi Sawit Perlu Diperkuat untuk Jaga Daya Saing Ekspor
6 jam yang lalu
Perang AS-Iran Kian...
Perang AS-Iran Kian Sengit, ASEAN Wanti-wanti Krisis Pangan dan Energi
7 jam yang lalu
Garudafood Resmikan...
Garudafood Resmikan Rumah Maggot di Depok, Kelola 100 Ton Sampah Organik Jadi Nilai Ekonomi
7 jam yang lalu
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung MNC University dalam Seminar 'Crafting Your Career and Wealth in The Web3 Era'
7 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Regional JBB Manfaatkan Tenaga Surya Tingkatkan Ekonomi Masyarakat
7 jam yang lalu
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan...
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan Prabowo, Ini Alasannya
7 jam yang lalu
Infografis
5 Tips Packing Mudik...
5 Tips Packing Mudik Agar Koper Tak Kelebihan Muatan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved