Kelabui AS, China Gunakan Label Palsu 'Made in Korea' Agar Lolos ke Amerika

Jum'at, 25 April 2025 - 14:27 WIB
loading...
Kelabui AS, China Gunakan...
China melakukan ekspor produk melalui Korea Selatan kemudian memberikan label palsu
A A A
JAKARTA - Perusahaan-perusahaan asal China memanfaatkan celah dalam kebijakan perdagangan internasional untuk menghindari tarif tinggi yang diterapkan Amerika Serikat (AS). Mereka mengarahkan ekspor produk melalui Korea Selatan, kemudian memberi label palsu "Made in Korea" agar bisa lolos dari tarif impor yang tinggi di AS. Hal ini diungkapkan dalam laporan terbaru dari Layanan Bea Cukai Korea Selatan yang dipublikasikan oleh Nikkei Asia.

Menurut otoritas Korea Selatan, pada kuartal I-2025, mereka menemukan ekspor palsu senilai 29,5 miliar won atau sekitar USD20,7 juta hampir setara dengan total ekspor palsu sepanjang tahun 2024 yang mencapai 34,8 miliar won. Sebagian besar barang yang diberi label palsu tersebut, yaitu sekitar 97% ditemukan ditujukan untuk pasar Amerika.

Baca Juga: Negosiasi Gagal, Trump Siap Berlakukan Tarif Baru Dua Pekan ke Depan

Penyelidikan ini mengungkapkan bahwa perusahaan-perusahaan China diduga melakukan upaya untuk menyamarkan asal-usul produk mereka. Salah satu contoh signifikan adalah produk kasur buatan China yang dikenakan tarif anti-dumping oleh AS. Dilansir dari Business Standard, kasur-kasur tersebut disimpan di gudang Korea Selatan yang dioperasikan oleh perusahaan terdaftar atas nama warga negara China, lalu diekspor ke AS dengan label "Made in Korea."

Selain itu, ditemukan juga barang-barang seperti bahan elektroda untuk baterai isi ulang dan suku cadang kamera pengintai yang diberi label ulang di Korea Selatan agar memenuhi syarat sebagai ekspor dari negara tersebut.

Praktik semacam ini menuai kecaman dari pihak berwenang Korea Selatan yang menyebutnya sebagai ancaman bagi kredibilitas negara mereka di pasar global. Pihak berwenang juga menekankan bahwa kegiatan tersebut dapat merugikan industri dalam negeri. Sebagai respons, pemerintah Korea Selatan telah membentuk tim khusus untuk menyelidiki dan mencegah penyalahgunaan lebih lanjut.

Kabar ini muncul bersamaan dengan pembicaraan perdagangan antara Korea Selatan dan AS. Delegasi Korea Selatan dijadwalkan akan bertemu dengan mitra mereka dari AS pada Kamis (27/4). Menurut laporan Reuters, beberapa isu yang kemungkinan besar akan dibahas meliputi sektor pembuatan kapal, energi, dan pertahanan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS-Iran Kembali Saling...
AS-Iran Kembali Saling Serang, Harga Minyak Dunia Melesat Lebih 3%
Teluk Kembali Memanas,...
Teluk Kembali Memanas, China Siaga Jaga Produksi BBM Tetap Tinggi
Permintaan Minyak Global...
Permintaan Minyak Global Diramal Turun Tajam di 2026, Terburuk sejak Pandemi Covid-19
Industri Plastik Tertekan...
Industri Plastik Tertekan Impor Murah China, Pabrik Mulai Pangkas Jam Kerja
Rahasia Industri Logam...
Rahasia Industri Logam Tanah Jarang China Dibongkar Ilmuwan, AS-Jepang Pegang Kunci Mineral Langka!
Iran-AS Memanas Lagi,...
Iran-AS Memanas Lagi, Harga Minyak Dunia Melonjak Lebih dari 6%
Israel Syok Senator...
Israel Syok Senator AS Pro-Zionis Lindsey Graham Mendadak Meninggal
Persaingan Memanas,...
Persaingan Memanas, China Membangun Replika Kapal Perang AS untuk Latihan Tembak Rudal
Iran Serang 5 Negara...
Iran Serang 5 Negara Arab karena Jadi Pangkalan Militer AS
Rekomendasi
Kapolri Bedah Rumah...
Kapolri Bedah Rumah Guru Ngaji di Palembang, Begini Penampakannya
Sahroni: Komisi III...
Sahroni: Komisi III Awasi Langsung Penggeledahan Kasus Febrie sebagai Bentuk Transparansi Hukum
Supercar Zenvo Aurora...
Supercar Zenvo Aurora Tur Bermesin V12 Tenaga hingga 1.876 hp
Berita Terkini
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Menguat 0,17% ke 5.934
MSIG Life Kolaborasi...
MSIG Life Kolaborasi dengan Bank Sinarmas Meluncurkan Smile Critical Prime
Takeda Investasi Rp542...
Takeda Investasi Rp542 Miliar Bangun Ekosistem Plasma di Indonesia
AS-Iran Kembali Saling...
AS-Iran Kembali Saling Serang, Harga Minyak Dunia Melesat Lebih 3%
Teluk Kembali Memanas,...
Teluk Kembali Memanas, China Siaga Jaga Produksi BBM Tetap Tinggi
Jakarta Fair 2026 Diserbu...
Jakarta Fair 2026 Diserbu 6 Juta Pengunjung, Nilai Transaksi Cetak Rp8,2 Triliun
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved