OJK imbau BEI-SRO bekerja lebih keras lagi
Senin, 30 Desember 2013 - 16:21 WIB
OJK imbau BEI-SRO bekerja lebih keras lagi
A
A
A
Sindonews.com - Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada akhir tahun perdagangan 2013 ditutup menguat 61,2 poin di tengah gejolak ekonomi global yang terus mengemuka sejak pertengahan tahun 2013.
IHSG BEI ditutup naik 61,2 poin atau 1,45 persen ke posisi 4274,18. Sayangnya, angka ini tidak sebaik penutupan perdagangan tahun sebelumnya.
Menilik laju IHSG pada akhir tahun lalu, perdagangan 2012 ditutup menguat senilai 34,83 poin di tengah krisis ekonomi global. IHSG tahun lalu ditutup naik 34,83 poin atau 0,81 persen ke posisi 4.316,69. Adapun indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 5,03 poin (0,95 persen) ke level 735,04.
Dengan kata lain, IHSG pada penutupan perdagangan tahun ini mengalami penurunan sebesar 42,51 poin atau sebesar 0,985 persen dibanding penutupan perdagangan pada tahun sebelumnya.
"Meskipun tidak naik seperti yang diharapkan, namun secara umum indikator-indikator yang membentuk IHSG telah menunjukkan perbaikan. Diharapkan ini menjadi harapan baru di tahun depan," kata Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman D Hadad di Gedung BEI, Jakarta, Senin (30/12/2013).
Untuk itu, dia mengimbau agar self regulatory organization (SRO) dan BEI dapat bekerja lebih keras lagi dalam menciptakan pasar yang lebih bergairah di masa depan.
"Tahun depan kan tantangannya, katanya ada tahun pemilu dan lain-lain. Jadi SRO harus bekerja lebih keras lagi. Semoga tahun depan lebih baik," pungkas dia.
Sore ini nilai transaksi tercatat sebesar Rp3,85 triliun dengan 4,67 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing mencapai Rp598,05 miliar. Tercatat sebanyak 184 saham naik, 99 saham melemah dan 104 saham stagnan.
Sektor saham sore ini semuanya positif, dengan penguatan tertinggi dipimpin sektor perkebunana yang naik 2,90 persen, diikuti sektor aneka industri yang meningkat 2,34 persen.
IHSG BEI ditutup naik 61,2 poin atau 1,45 persen ke posisi 4274,18. Sayangnya, angka ini tidak sebaik penutupan perdagangan tahun sebelumnya.
Menilik laju IHSG pada akhir tahun lalu, perdagangan 2012 ditutup menguat senilai 34,83 poin di tengah krisis ekonomi global. IHSG tahun lalu ditutup naik 34,83 poin atau 0,81 persen ke posisi 4.316,69. Adapun indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 5,03 poin (0,95 persen) ke level 735,04.
Dengan kata lain, IHSG pada penutupan perdagangan tahun ini mengalami penurunan sebesar 42,51 poin atau sebesar 0,985 persen dibanding penutupan perdagangan pada tahun sebelumnya.
"Meskipun tidak naik seperti yang diharapkan, namun secara umum indikator-indikator yang membentuk IHSG telah menunjukkan perbaikan. Diharapkan ini menjadi harapan baru di tahun depan," kata Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman D Hadad di Gedung BEI, Jakarta, Senin (30/12/2013).
Untuk itu, dia mengimbau agar self regulatory organization (SRO) dan BEI dapat bekerja lebih keras lagi dalam menciptakan pasar yang lebih bergairah di masa depan.
"Tahun depan kan tantangannya, katanya ada tahun pemilu dan lain-lain. Jadi SRO harus bekerja lebih keras lagi. Semoga tahun depan lebih baik," pungkas dia.
Sore ini nilai transaksi tercatat sebesar Rp3,85 triliun dengan 4,67 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing mencapai Rp598,05 miliar. Tercatat sebanyak 184 saham naik, 99 saham melemah dan 104 saham stagnan.
Sektor saham sore ini semuanya positif, dengan penguatan tertinggi dipimpin sektor perkebunana yang naik 2,90 persen, diikuti sektor aneka industri yang meningkat 2,34 persen.
(rna)
Lihat Juga :