Harga minyak global jelang Tahun Baru stabil

Senin, 30 Desember 2013 - 20:02 WIB
Harga minyak global...
Harga minyak global jelang Tahun Baru stabil
A A A
Sindonews.com - Harga minyak di perdagangan dunia menjelang pergantian tahun stabil, karena investor terfokus pada penurunan persediaan minyak mentah Amerika Serikat (AS), yang menunjukkan permintaan kuat di konsumen top dunia itu.

Minyak mentah Brent North Sea untuk Februari, bertambah dua sen menjadi USD112,20 per barel. Sementara kontrak utama New York, minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Februari, mendatar di angka USD100,32 per barel.

Departemen Energi AS, Jumat (27/12/2013), melaporkan bahwa persediaan minyak mentah untuk pekan hingga 20 Desember turun 4,7 juta barel, lebih tinggi dari 2,2 juta barel yang diperkirakan analis dalam survei Wall Street Journal.

Penurunan ini sebagai kemerosotan keempat berturut-turut setelah 10 pekan mengalami kenaikan total stok sebesar 35 juta barel.

Desmond Chua, analis pasar CMC Markets, Sydney mengatakan, persediaan di ekonomi terbesar dunia itu jatuh menggarisbawahi permintaan kuat sebagai gambaran cerah outlook global.

Rilis laporan stok minyak AS yang optimis, tertunda dari Rabu menjadi Jumat karena liburan Natal, mendukung harga WTI di atas psikologis penting USD100 mark," ujar Chua, seperti dilansir dari AFP, Senin (30/12/2013).

Laporan itu muncul di tengah tanda-tanda ekonomi AS lainnya mengambil posisi. Data yang dirilis pekan lalu menunjukkan penjualan rumah baru, pesanan barang tahan lama, dan klaim pengangguran telah mengalahkan perkiraan.

Sementara investor terus memantau perkembangan di Sudan Selatan. Kekerasan di wilayah penghasil minyak utama itu telah mengurangi produksi dan evakuasi karyawan terus dilakukan di ladang tersebut.

Lebih dari 1.000 orang dilaporkan tewas sejak pertempuran antara pasukan setia Presiden Salva Kiir dan mantan wakil presiden Riek Machar pecah, pada 15 Desember lalu.

Dalam pernyataannya, PBB mengatakan, jumlah orang yang mengungsi di pangkalan seluruh negara itu bertambah menjadi 75.000. Para pengamat mengatakan, produsen fledgling biasanya mengekspor sekitar 220.000 barel minyak mentah per hari ke Jepang, Malaysia dan China.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Stok Seret Bikin Harga...
Stok Seret Bikin Harga Minyak Mentah Dunia Terkerek Naik
Amerika Buka Pembatasan,...
Amerika Buka Pembatasan, Harga Minyak Akan Terus Naik
Harga Minyak Ambrol...
Harga Minyak Ambrol 9% dalam Sepekan, Minggu Depan Gimana?
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Dunia Melayang Dekati Posisi USD70 Per Barel
OPEC Bakal Jaga Harga...
OPEC Bakal Jaga Harga Minyak Mentah Dunia di Posisi USD70 per Barel
Tumbuh 173%, Komoditas...
Tumbuh 173%, Komoditas Minyak Mentah Jadi Primadona di 2021
Berita Terkini
KAI Logistik Kelola...
KAI Logistik Kelola 8,7 Juta Ton Angkutan Barang di Semester I 2026
9 menit yang lalu
Transaksi BI-FAST Capai...
Transaksi BI-FAST Capai 1,53 Miliar di Triwulan II 2026, Nilainya Tembus Rp3.777 Triliun
20 menit yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Integrasikan Penanganan Stunting dan Pemberdayaan UMKM
44 menit yang lalu
Heboh Surat Dinas ke...
Heboh Surat Dinas ke AS dengan Keluarga Bocor, Menteri PU: Saya Nggak Jadi Berangkat
53 menit yang lalu
Pupuk Kaltim Dukung...
Pupuk Kaltim Dukung Pengembangan SDM melalui Olahraga
1 jam yang lalu
Pimpin BGN, Sudaryono...
Pimpin BGN, Sudaryono Lepas Jabatan Wakil Menteri Pertanian
1 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved