PLN bangun sub sistem kelistrikan di Boyolali

Selasa, 31 Desember 2013 - 15:53 WIB
PLN bangun sub sistem...
PLN bangun sub sistem kelistrikan di Boyolali
A A A
Sindonews.com - PT PLN Distribusi Jateng-DIY bakal membangun sub sistem baru atau gardu induk tegangan tinggi berkekuatan 500 megawatt (MW). Sub sistem ini akan dibangun di wilayah Kabupaten Boyolali.

Dibangunya sub sistem baru ini akan melengkapi dua sub sistem yang sudah ada di Jawa Tengah, yakni Ungaran 1 dan 2 serta Sub sistem Tanjungjati.

Rencana pembangunannya ditandai dengan penandatangan kesepahaman antara Bupati Boyolali Seno Samudro dengan GM PLN Distribusi Jateng-DIY Djoko Aboe Manan di kantor PLN Jatingaleh, hari ini.

Selain untuk mempelancar dan memperkokoh kelistrikan di Jawa Tengah, sub sistem baru ini juga untuk menyokong pertumbuhan industri di Kabupaten Boyolali yanga terus mengalami peningkatan.

Djoko mengungkapkan, sub sistem tersebut merupakan peralihan dari sub sistem Ungaran dan memiliki kekuatan 500 MW. "Setelah penandatanganan kesepahaman ini, kami akan langsung mengajukan ke pusat, karena memang sudah ditunggu-tunggu," katanya, Selasa (31/12/2013).

Dia menjelaskan, PLN akan mulai melakukan pengkajian dan survai lapangan selama enam bulan. Setelah itu, baru akan dilakukan perencanaan pembangunan. "Pembangungan ini sudah termasuk program PLN, sehingga anggaran pun sudah disiapkan," ujarnya.

Menurutnya, pembangunan sub sistem baru ini untuk memperbaiki keandalan kelistrikan di Jateng, mengingat saat ini Jateng menjadi incaran pelaku-pelaku usaha yang melakukan hijrah. Termasuk Boyolali yang bakal dilewati Jalan Tol Semarang-Solo, diprediksi bakal menjadi salah satu kawasan yang menjadi incaran pelaku usaha.

"Jateng sekarang ini adalah primadona bagi pelaku usaha, sehingga kita harus menyiapkan. Karena investor-investor besar akan datang jika ada sub sistem yang memadai. Tidak mungkin, investor membangun pabriknya jika tidak ada aliran listrik yang mencukupi," tuturnya.

Karena itu, Seno mendukung penuh pembangunan sub sistem baru tersebut. Dengan pembangunan sub sistem baru akan mampu meningkatkan iklim investasi di Kabupaten Boyolali.

"Tahun ini saja investasi mencapai Rp1,6 triliun. Dengan adanya sub sistem pasti akan naik lagi," ujarnya.

Untuk merealisasikan pembangunan tersebut, Kabupaten Boyolali akan menyediakan tanah dari Kas Desa. Selain itu juga untuk lokasinya akan disesuaikan dengan Rencana Tata Ruang dan Wilayah Kabupaten Boyolali. "RT/RW-nya sudah beres, untuk perizinan saya jamin clear," tegas Seno.

Dia mengungkapkan, di Kabupaten Boyolali saat ini berdiri lebih dari 700 perusahaan. Kondisi ini meningat tajam dari 2012 yang hanya 400 industri. "Dengan adanya sub sistem, saya yakin investasi di Boyolali akan terus naik, dan hasilnya adalah kesejahteraan masyarakat," pungkasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
20 menit yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
1 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
1 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
1 jam yang lalu
Kepala BGN Baru Sebut...
Kepala BGN Baru Sebut MBG Tender Politik Prabowo: Tak Bisa Dibubarkan
2 jam yang lalu
Potensi Tokenisasi Aset...
Potensi Tokenisasi Aset Capai USD2 Triliun di 2030, Keamanan Investor Jadi Kunci
2 jam yang lalu
Infografis
Joao Pinheiro, Wasit...
Joao Pinheiro, Wasit Kontroversial di Laga Argentina vs Swiss
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved