Pajak reksa dana 15%, minat investor bisa turun

Rabu, 01 Januari 2014 - 16:23 WIB
Pajak reksa dana 15%,...
Pajak reksa dana 15%, minat investor bisa turun
A A A
Sindonews.com - BNI Asset Manajemen melihat adanya potensi penurunan minat dari kalangan investor terhadap produk reksa dana berbasis obligasi lantaran adanya kenaikan pajak penghasilan (PPh) untuk reksa dana dan obligasi pada 2014 dari semula 5 persen menjadi 15 persen.

"Yang akan terkena dampak langsung itu tentu ke investornya. Kalau pajaknya naik berarti return yang mereka peroleh akan lebih kecil. Bisa-bisa minat investornya turun," ujar Direktur Utama BNI Asset Manajemen Idamshah Runizam saat dihubungi Sindonews, Rabu (1/1/2014).

Dengan adanya penurunan minat ini, secara tidak langsung akan berdampak pada penjualan produk reksa dana, terutama reksa dana berbasis obligasi.

"Dengan adanya kenaikan ini untuk AM (Asset Management/Manajer Investasi) juga bisa kesulitan melakukan pemasaran karena mereka (investor) kalau investasi kan tentu lihat berapa return-nya (imbal hasil)," pungkas dia.

Pemerintah saat ini tengah merencanakan adanya kenaikan PPh untuk reksa dana dan obligasi pada 2014 dari semula sebesar 5 persen kemudian akan ditingkatkan menjadi 15 persen.

Kebijakan PPh reksa dana dan obligasi ini tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 16 tahun 2009 tentang Pajak Penghasilan atas penghasilan berupa bunga obligasi.

Pada periode 2009 hingga 2010, bunga yang dikenakan sebesar nol persen. Pada 2011 hingga 2013 dikenakan pajak sebesar 5 persen dan untuk 2014 serta seterusnya akan dikenakan pajak sebesar 15 persen.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Mantan Bos Bursa Minta...
Mantan Bos Bursa Minta OJK Usut Tuntas Kasus Nasabah Minna Padi
Wujudkan Masyarakat...
Wujudkan Masyarakat Indonesia Merdeka Finansial, STAR Asset Management dan DANA Hadirkan Investasi Reksa Dana
Kolaborasi Perkuat Akses...
Kolaborasi Perkuat Akses Reksa Dana Global Syariah Berbasis USD
Distribusikan Reksadana...
Distribusikan Reksadana Pilihan, Principal Indonesia Gandeng Standard Chartered Indonesia
Kurang dari Tiga Tahun,...
Kurang dari Tiga Tahun, Jumlah Investor Reksa Dana Meningkat 39%
Kesalahan Investor Pemula...
Kesalahan Investor Pemula Saat Berinvestasi Reksa Dana
Berita Terkini
Mandatori B50 Buka Peluang...
Mandatori B50 Buka Peluang Swasembada Energi dan Jadikan Indonesia Pionir Energi Bersih
56 menit yang lalu
Bitcoin Melemah Usai...
Bitcoin Melemah Usai FOMC, Indodax Ingatkan Manajemen Risiko
1 jam yang lalu
Pascadamai AS-Iran:...
Pascadamai AS-Iran: Kapal Raksasa Ini Tembus Selat Hormuz, Krisis Energi Global Mulai Mereda?
1 jam yang lalu
BEI Tegaskan MSCI Belum...
BEI Tegaskan MSCI Belum Putuskan Status Pasar Saham RI
2 jam yang lalu
Rupiah Hari Ini Masih...
Rupiah Hari Ini Masih Terseok-seok ke Posisi Rp17.804 per Dolar AS
2 jam yang lalu
JustMarkets Luncurkan...
JustMarkets Luncurkan Trading Saham SpaceX untuk Klien
3 jam yang lalu
Infografis
Waspada! 4 Makanan Ini...
Waspada! 4 Makanan Ini Bisa Picu Kesemutan di Tangan dan Kaki
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved