BEI yakin 15 emiten siap melantai di semester I/2014
Kamis, 02 Januari 2014 - 14:07 WIB
BEI yakin 15 emiten siap melantai di semester I/2014
A
A
A
Sindonews.com - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengatakan, akan ada 15 calon perusahaan tercatat (emiten) baru yang listing di papan utama bursa pada semester I/2014, di tengah potensi timbulnya gejolak jelang pelaksanaan pemilihan umum (Pemilu) 2014.
"Kami mencatat akan ada 15 perusahaan yang siap listing di Bursa pada semester I/2014. Jadi, bukan mustahil target kami sebanyak 30 emiten baru hingga akhir tahun ini dapat tercapai," kata Direktur Utama BEI, Ito Warsito, di Gedung BEI, Jakarta, Kamis (2/1/2014).
Dia optimis hal tersebut dapat terealisasi meskipun tahun ini bertepatan dengan pesta rakyat atau Pemilu. Menurutnya, pelaksanaan Pemilu tidak akan menyurutkan minat perusahaan-perusahaan untuk memperoleh dana segar melalui penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) ke publik.
"Saat Pemilu 2004 dan 2009, indeks justru meningkat. Saya percaya hal ini akan terulang kembali tahun ini. Saat indeks naik, beberapa perusahaan akan lebih senang melangsungkan IPO. Namun, mereka tetap harus mempertimbangkan beberapa faktor-faktor risikonya," tuturnya.
Apalagi, lanjut Ito, terlihat diakhir perdagangan 2013, investor asing membukukan net buy sebesar Rp700 miliar. Hal ini disebabkan Indonesia berhasil menekan inflasi dan defisit lebih dari perkiraan.
"Investor asing sebenarnya sudah mengerti bahwa perekonomian Indonesia tetap tumbuh, makannya mereka sudah curi start duluan. Namun, yang harus tetap dipertimbangkan oleh investor saat ini adalah hasil soal inflasi, defisit dan nilai tukar mata uang (rupiah)," pungkasnya.
"Kami mencatat akan ada 15 perusahaan yang siap listing di Bursa pada semester I/2014. Jadi, bukan mustahil target kami sebanyak 30 emiten baru hingga akhir tahun ini dapat tercapai," kata Direktur Utama BEI, Ito Warsito, di Gedung BEI, Jakarta, Kamis (2/1/2014).
Dia optimis hal tersebut dapat terealisasi meskipun tahun ini bertepatan dengan pesta rakyat atau Pemilu. Menurutnya, pelaksanaan Pemilu tidak akan menyurutkan minat perusahaan-perusahaan untuk memperoleh dana segar melalui penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) ke publik.
"Saat Pemilu 2004 dan 2009, indeks justru meningkat. Saya percaya hal ini akan terulang kembali tahun ini. Saat indeks naik, beberapa perusahaan akan lebih senang melangsungkan IPO. Namun, mereka tetap harus mempertimbangkan beberapa faktor-faktor risikonya," tuturnya.
Apalagi, lanjut Ito, terlihat diakhir perdagangan 2013, investor asing membukukan net buy sebesar Rp700 miliar. Hal ini disebabkan Indonesia berhasil menekan inflasi dan defisit lebih dari perkiraan.
"Investor asing sebenarnya sudah mengerti bahwa perekonomian Indonesia tetap tumbuh, makannya mereka sudah curi start duluan. Namun, yang harus tetap dipertimbangkan oleh investor saat ini adalah hasil soal inflasi, defisit dan nilai tukar mata uang (rupiah)," pungkasnya.
(izz)
Lihat Juga :