Bisnis kartu kredit andalkan nasabah premium

Kamis, 02 Januari 2014 - 16:45 WIB
Bisnis kartu kredit...
Bisnis kartu kredit andalkan nasabah premium
A A A
Sindonews.com - Bisnis kartu kredit diprediksi akan terus dioptimalkan oleh perbankan dalam meningkatkan nilai kredit tanpa agunan. Perbankan akan meningkatkan penetrasinya ke segmen menengah atas demi menjaga rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL).

Division Head Unsecured Loan PT Bank OCBC NISP Tbk (HSBC), Irwan Sutjipto Tisnabudi mengatakan, perseroan mengandalkan segmen menengah ke atas yang melakukan pembayaran penuh. Segmen ini menggunakan kartu kredit untuk transaksi di luar negeri sebesar 18-21 persen, dining sebesar 15-30 persen, dan belanja ke supermarket sebesar 20 persen.

"Tiga transaksi utamanya untuk perjalanan ke luar negeri, makan malam, dan belanja di supermarket. Nasabah kartu kredit kami selalu bayar penuh walaupun jumlahnya masih kecil," ujar Irwan saat dihubungi di Jakarta, Kamis (2/1/2014).

Dia mengatakan perseroan akan terus meningkatkan tingkat pemilikan dan pemakaian nasabah baru dengan penawaran menarik. Program diskon yang diberikan langsung mendapat respon positif dari nasabah. Sementara, program reward sangat dibutuhkan pengguna yang aktif bertransaksi.

Perseroan aktif menggandeng gerai-gerai yang memancing nasabah baru untuk apply dan aktif menggunakannya. "Tahun depan kami akan fokus memberikan program menarik nasabah baru untuk bergabung dan aktif menggunakannya. Kami ingin jumlah nasabah kartu kredit terus bertambah dan rata-rata transaksi meningkat," ungkapnya

Tren penggunaan kartu kredit untuk transaksi online diprediksi akan semakin meningkat. Transaksi ini khususnya untuk pembelian tiket pesawat, rental mobil, dan hotel. Bahkan pembelian tiket pertunjukan, rental pesawat dan helikopter akan marak.

"Frekuensinya selama ini masih kecil sehingga diprediksi masih dapat tumbuh tinggi. Untuk pembelian di luar negeri masih banyak yang menggunakan kartu kredit. Sementara untuk pembelian baju atau toko online baru akan berkembang dua tahun ke depan," jelas dia.

Hingga akhir 2013, nominal transaksi kartu kredit diperkirakan Rp1,6 triliun tumbuh 45 persen dari 2012 sebesar Rp1,1 triliun. Perseroan menargetkan pertumbuhan transaksi kartu kredit untuk terus tumbuh tinggi agar mampu bersaing dengan bank penerbit kartu kredit pemegang pasar. "Kami harus tetap tumbuh sekitar 50 persen," ucap Irwan.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ini 5 Cara Bijak Gunakan...
Ini 5 Cara Bijak Gunakan Kartu Kredit, Banyak Manfaatnya
Inilah 5 Tips Kartu...
Inilah 5 Tips Kartu Kredit Aman dari Penipuan Carding, Kenali dan Pahami
Kenali Bentuk Penipuan...
Kenali Bentuk Penipuan Kartu Kredit di Bisnis Online
Bunga Kartu Kredit Turun...
Bunga Kartu Kredit Turun 2% Per Mei, Ekonom: Harapannya Konsumsi Naik
Kemudahan untuk Pengguna...
Kemudahan untuk Pengguna Kartu Kredit, Bebas Biaya Admin hingga Rp9,2 Miliar
Intip Promo Kartu Kredit...
Intip Promo Kartu Kredit MNC Bank, Ada Hadiah Miliaran Rupiah
Berita Terkini
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
3 jam yang lalu
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
3 jam yang lalu
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
3 jam yang lalu
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
4 jam yang lalu
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
5 jam yang lalu
Kanda Dukung Afi Trending...
'Kanda Dukung Afi' Trending Global Jelang Pemilihan Ketum Hipmi
5 jam yang lalu
Infografis
Di Tengah Genosida,...
Di Tengah Genosida, Pelaku Bisnis Israel-AS Bahas Megaproyek Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved