Bappenas: BLSM gagal tekan kemiskinan

Kamis, 02 Januari 2014 - 18:24 WIB
Bappenas: BLSM gagal...
Bappenas: BLSM gagal tekan kemiskinan
A A A
Sindonews.com - Menteri PPN/Kepala Bappenas, Armida S Alisjahbana mengakui paket Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) yang digunakan sebagai jaring sosial meminimalisir kemiskinan pasca kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) kurang efektif dalam mengurangi kemiskinan.

Hal ini ditandai dengan keluarnya data Badan Pusat Statistik (BPS) yang mengatakan, jumlah orang miskin pada September malah meningkat 480.000 menjadi 28,55 juta orang dari 28,07 juta orang pada Maret 2013.

"Memang efektifitas implementasinya (BLSM) masih kurang optimal sebagai kompensasi naiknya harga BBM," ujar Armida di Gedung Bappenas, Jakarta, Kamis (2/1/2013).

Armida menjelaskan, salah satu penyebab BLSM kurang optimal adalah besaran BLSM yang hanya Rp600 ribu (empat kali pemberian) per rumah tangga masih belum sesuai dengan angka inflasi akibat harga BBM.

"Ini termasuk akibat tingginya kenaikan harga bahan-bahan pokok ketika bulan puasa dan Lebaran, selain dari kenaikan harga BBM," katanya.

Selain itu, lanjut Armida, masa persiapan yang tergolong sangat singkat juga turut memberi andil kurang efektifnya pemberian BLSM tersebut.

"Ini juga sejalan dengan tingkat inflasi yang lebih tinggi dari yang diperkirakan tahun ini yang mencapai 8,38 persen. Padahal dalam APBNP 2013 ditargetkan 7,2 persen," kata dia.

Diberitakan sebelumnya, BPS mencatat jumlah penduduk miskin pada September 2013 menjadi 28,55 juta orang atau meningkat 480 ribu orang dari 28,07 juta orang pada Maret 2013.

Kepala BPS, Suryamin menyebut, pedesaan masih menyumbang angka kemiskinan sebesar 10,63 juta. Jumlah orang miskin di desa menjadi 17,74 juta.

Dia juga menyoroti penyebab utama meningkatnya angka kemiskinan salah satunya adalah kenaikan harga-harga barang karena kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) pada pertengahan tahun lalu.

"Fenomenanya sama dengan kenaikan harga BBM tahun 2005 dimana angka kemiskinan naik dari 35,1 juta orang menjadi 39,3 juta," ungkapnya di Gedung BPS, Jakarta, Kamis (2/1/2014).
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rakor Kemenko PMK Bahas...
Rakor Kemenko PMK Bahas Strategi Terbaru untuk Penghapusan Kemiskinan Ekstrem 2024
Menko PMK Beberkan Langkah...
Menko PMK Beberkan Langkah Strategis Penanganan Kemiskinan
DIY Provinsi Termiskin...
DIY Provinsi Termiskin di Jawa
Rapat Evaluasi Kemiskinan:...
Rapat Evaluasi Kemiskinan: Jumlah Penduduk Miskin Ekstrem Menyusut
Angka Kemiskinan Perkotaan...
Angka Kemiskinan Perkotaan Jabar Naik
Mendorong Perempuan...
Mendorong Perempuan Desa Keluar dari Miskin Ekstrem
Berita Terkini
Rupiah Ambruk Dekati...
Rupiah Ambruk Dekati Rp18.000, Dolar AS Masih Terlalu Perkasa
18 menit yang lalu
Neraca Dagang Defisit...
Neraca Dagang Defisit Perdana usai 72 Bulan Surplus, Ini Biang Keladinya
40 menit yang lalu
Digitalisasi Kunci Kecepatan...
Digitalisasi Kunci Kecepatan Jasa Raharja Cairkan Santunan Korban Kecelakaan
1 jam yang lalu
Indonesia-Belarus Bidik...
Indonesia-Belarus Bidik Peningkatan Perdagangan dan Investasi Bilateral
2 jam yang lalu
DJP Targetkan Pajak...
DJP Targetkan Pajak Digital Melonjak Dua Kali Lipat, dari Marketpalce Rp24 Triliun
2 jam yang lalu
Sah, 4 Marketplace Ini...
Sah, 4 Marketplace Ini Resmi Pungut Pajak PPh 22
2 jam yang lalu
Infografis
Rezim Zelensky Panik,...
Rezim Zelensky Panik, Rusia dan AS Kompak Tekan Ukraina Gelar Pemilu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved