Ditekan aksi jual, IHSG bertahan di zona merah
Jum'at, 03 Januari 2014 - 11:35 WIB
Ditekan aksi jual, IHSG bertahan di zona merah
A
A
A
Sindonews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan sesi I hari kedua tahun ini atau terakhir pekan ini bertahan di zona merah. IHSG susut 50,01 poin atau 1,16 persen ke level 4.277,26.
IHSG pagi tadi dibuka balik arah ke zona merah. IHSG merosot 52,03 poin atau 1,20 persen ke level 4.275,24 dipicu kejatuhan Wall Street pada perdagangan awal 2014.
Padahal IHSG kemarin berhasil menguat 53,09 poin atau 1,24 persen ke level 4.327,27 didukung surplusnya neraca perdagangan Indonesia bulan November yang tercatat sebesar USD776,8 juta.
Penguatan IHSG kemarin seiring dengan menguatnya mayoritas bursa di kawasan Asia. Sementara siang ini, bursa kawasan Asia masih betah di zona merah.
Indeks Hang Seng anjlok 410,00 poin atau 1,79 persen ke level 22.930,05; indeks Shanghai minus 28,79 poin atau 1,38 persen ke level 2.080,60; Straits Time turun 20,00 atau 0,63 persen ke 3.154,65.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp1,63 triliun dengan 1,39 miliar saham diperdagangkan dan transaksi jual asing mencapai Rp16,75 miliar. Tercatat sebanyak 54 saham naik, 163 saham melemah dan 93 saham stagnan.
Sektor saham siang ini semuanya negatif, dengan pelemahan tertinggi dipimpin sektor perkebunan yang turun 1,93 persen, diikuti sektor tambang yang minus 1,48 persen.
Saham-saham yang bergerak menguat, antara lain lain PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) naik Rp50 ke Rp4.525, PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik Rp150 ke Rp42.900 dan PT Hotel Sahid Jaya International Tbk (SHID) naik Rp40 ke Rp345.
Sedangkan saham-saham yang bergerak melemah, antara lain PT XL Axiata Tbk (EXCL) turun Rp50 ke Rp5.100, PT Astra International Tbk (ASII) anjlok Rp150 ke Rp6.800 dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) turun Rp100 ke Rp3.850.
IHSG pagi tadi dibuka balik arah ke zona merah. IHSG merosot 52,03 poin atau 1,20 persen ke level 4.275,24 dipicu kejatuhan Wall Street pada perdagangan awal 2014.
Padahal IHSG kemarin berhasil menguat 53,09 poin atau 1,24 persen ke level 4.327,27 didukung surplusnya neraca perdagangan Indonesia bulan November yang tercatat sebesar USD776,8 juta.
Penguatan IHSG kemarin seiring dengan menguatnya mayoritas bursa di kawasan Asia. Sementara siang ini, bursa kawasan Asia masih betah di zona merah.
Indeks Hang Seng anjlok 410,00 poin atau 1,79 persen ke level 22.930,05; indeks Shanghai minus 28,79 poin atau 1,38 persen ke level 2.080,60; Straits Time turun 20,00 atau 0,63 persen ke 3.154,65.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp1,63 triliun dengan 1,39 miliar saham diperdagangkan dan transaksi jual asing mencapai Rp16,75 miliar. Tercatat sebanyak 54 saham naik, 163 saham melemah dan 93 saham stagnan.
Sektor saham siang ini semuanya negatif, dengan pelemahan tertinggi dipimpin sektor perkebunan yang turun 1,93 persen, diikuti sektor tambang yang minus 1,48 persen.
Saham-saham yang bergerak menguat, antara lain lain PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) naik Rp50 ke Rp4.525, PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik Rp150 ke Rp42.900 dan PT Hotel Sahid Jaya International Tbk (SHID) naik Rp40 ke Rp345.
Sedangkan saham-saham yang bergerak melemah, antara lain PT XL Axiata Tbk (EXCL) turun Rp50 ke Rp5.100, PT Astra International Tbk (ASII) anjlok Rp150 ke Rp6.800 dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) turun Rp100 ke Rp3.850.
(rna)
Lihat Juga :