Rupiah berakhir terdepresiasi ke Rp12.180/USD
Jum'at, 03 Januari 2014 - 17:16 WIB
Rupiah berakhir terdepresiasi ke Rp12.180/USD
A
A
A
Sindonews.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) hari terakhir pekan ini berakhir terdepresiasi, seiring memerahnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada akhir perdagangan.
Nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg barada pada level Rp12.180 per USD. Posisi ini terdepresiasi 20 poin dibanding penutupan perdagangan Kamis (2/1/2013) di level Rp12.160 per USD.
Masih berdasarkan data Bloomberg, rupiah pagi tadi dibuka pada level Rp12.173 per USD. Adapun, posisi rupiah terkuat berada di level Rp12.125 per USD dan terlemah di Rp12.246 per USD.
Data yahoofinance menunjukkan rupiah di level Rp12.236 per USD, dengan kisaran harian Rp12.130-12.238 per USD. Posisi ini terdepresiasi 72 poin dibanding penutupan hari sebelumnya di level Rp12.164 per USD.
Sementara data Sindonews bersumber dari Limas mencatat rupiah sore di level Rp12.241 per USD. Posisi ini melemah 75 poin dari penutupan hari sebelumnya di level Rp12.166 per USD.
Adapun posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada hari ini di level Rp12.226 per USD atau terapresiasi 22 poin dibanding hari kemarin di level Rp12.242 per USD.
Head of Research & Analysis BNI Nurul Eti Nurbaeti mengatakan, laju rupiah hari ini dipengaruhi melemahnya IHSG karena terimbas terkoreksinya Wall Street pada perdagangan perdana tahun ini.
"Melemahnya IHSG menambah tekanan terhadap rupiah dan masih tingginya permintaan dolar oleh korporasi juga mendorong pelemahan nilai tukar rupiah hari ini," kata dia, Jumat (3/1/2013).
IHSG sore ini, IHSG ditutup anjlok 69,60 poin atau 1,61 persen ke level 4.257,66 karena ditekan aksi jual. Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp3,33 triliun dengan 2,69 miliar saham diperdagangkan dan transaksi jual asing mencapai Rp136,13 miliar. Tercatat sebanyak 59 saham naik, 202 saham melemah dan 99 saham stagnan.
Nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg barada pada level Rp12.180 per USD. Posisi ini terdepresiasi 20 poin dibanding penutupan perdagangan Kamis (2/1/2013) di level Rp12.160 per USD.
Masih berdasarkan data Bloomberg, rupiah pagi tadi dibuka pada level Rp12.173 per USD. Adapun, posisi rupiah terkuat berada di level Rp12.125 per USD dan terlemah di Rp12.246 per USD.
Data yahoofinance menunjukkan rupiah di level Rp12.236 per USD, dengan kisaran harian Rp12.130-12.238 per USD. Posisi ini terdepresiasi 72 poin dibanding penutupan hari sebelumnya di level Rp12.164 per USD.
Sementara data Sindonews bersumber dari Limas mencatat rupiah sore di level Rp12.241 per USD. Posisi ini melemah 75 poin dari penutupan hari sebelumnya di level Rp12.166 per USD.
Adapun posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada hari ini di level Rp12.226 per USD atau terapresiasi 22 poin dibanding hari kemarin di level Rp12.242 per USD.
Head of Research & Analysis BNI Nurul Eti Nurbaeti mengatakan, laju rupiah hari ini dipengaruhi melemahnya IHSG karena terimbas terkoreksinya Wall Street pada perdagangan perdana tahun ini.
"Melemahnya IHSG menambah tekanan terhadap rupiah dan masih tingginya permintaan dolar oleh korporasi juga mendorong pelemahan nilai tukar rupiah hari ini," kata dia, Jumat (3/1/2013).
IHSG sore ini, IHSG ditutup anjlok 69,60 poin atau 1,61 persen ke level 4.257,66 karena ditekan aksi jual. Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp3,33 triliun dengan 2,69 miliar saham diperdagangkan dan transaksi jual asing mencapai Rp136,13 miliar. Tercatat sebanyak 59 saham naik, 202 saham melemah dan 99 saham stagnan.
(rna)