Pedagang elpiji 12 kg mengalami kerugian

Sabtu, 04 Januari 2014 - 13:12 WIB
Pedagang elpiji 12 kg...
Pedagang elpiji 12 kg mengalami kerugian
A A A
Sindonews.com - Kebijakan pemerintah menaikkan harga elpiji 12 kg secara mendadak, tidak hanya menuai protes masyarakat, para pedagang di sejumlah daerah pun mengalami kerugian.

Rajio, pedagang pengecer di Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah mengaku kecolongan karena sebelumnya tidak ada pengumuman kenaikan harga.

Pada 1 Januari lalu, dia menjual elpiji 12 kg dengan harga lama, yaitu Rp85 ribu. Padahal, harga elpiji ukuran 12 kg saat itu sudah naik sekitar Rp140 ribu. Akibatnya, Rajio kehilangan modal usaha. “Tidak hanya satu, tapi 10 tabung diborong dengan harga lama,” keluhnya, Sabtu (4/1/2014).

Rajio menyayangkan sikap pemerintah dan Pertamina yang bertanggung jawab karena tidak ada sosialisasi. Sebelum ada kenaikan, dia bisa menjual 10 tabung elpiji ukuran 12 kg. Namun, kini hanya laku satu tabung.

“Sementara gas 3 kg laku keras. Dari biasanya hanya 20 tabung, kini 50 tabung dalam sehari habis terjual, dan saat ini tidak ada stok alias kosong,” ungkapnya.

Para pedagang berharap pemerintah mempertimbangkan kembali kebijakan menaikkan harga elpiji12 kg kerena sangat memberatkan warga menengah ke bawah yang biasa membeli elipiji 12 kg.

Di kota Padang, Sumatera Barat, melonjaknya harga elpiji 12 kg dari semula Rp87 ribu, menjadi Rp135 ribu di pasaran berdampak terhadap penjualan agen gas. Sebagian besar pedagang mengeluh karena sepinya pembeli elpiji 12 kg, seiring banyak warga yang beralih ke gas bersubsidi ukuran 3 kg.

Syaifulnadi, agen elpiji di kawasan jalan Diponegoro, Padang mengatakan, dari biasanya dalam satu hari para agen bisa menjual 50-80 tabung, namun setelah kenaikan harga penjualan merosot hingga 100 persen. “Penjualan merosot,” ucapnya.

Sementara itu, sejumlah pemilik restoran dan kafe kelas kecil di kota Padang mulai menyiasati lonjakan kenaikan elpiji 12 kg dengan beralih menggunakan elpiji bersubsidi 3 kg. Namun, karena banyak yang membeli, elpiji bersubsidi ini sulit didapat.

Seperti diketahui, secara mendadak Pertamina menaikkan harga elpiji 12 kg per 1 Januari 2014, pukul 00.00 WIB. Karena tidak ada sosialisasi, banyak warga yang kaget termasuk pedagang. Terlebih, kenaikan harga di pasaran lebih dari 50 persen.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Tips Menghemat LPG,...
Tips Menghemat LPG, Dijamin Awet Meski Masak Setiap Hari
31 Mei 2024, Akhir Pendaftaran...
31 Mei 2024, Akhir Pendaftaran Beli LPG 3 Kg Pakai KTP
Harga Gas Elpiji Non...
Harga Gas Elpiji Non Subsidi di Maros Naik Rp15 Ribu
Kecanduan LPG, Impor...
Kecanduan LPG, Impor 2021 Naik Jadi 7,2 Juta Ton
Harga Elpiji Non-Subsidi...
Harga Elpiji Non-Subsidi 2 Kali Naik, Siap-siap Gas Melon Jadi Langka
Istana Pastikan Warung...
Istana Pastikan Warung Kelontong Bisa Kembali Jual Gas LPG 3 Kg Hari Ini
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
8 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
8 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
9 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
9 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
9 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
9 jam yang lalu
Infografis
37 Pesawat AS Hancur...
37 Pesawat AS Hancur dan Rusak dalam Perang Iran, Kerugian Rp28 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved