Pengamat: Pertamina harus diaudit

Minggu, 05 Januari 2014 - 21:06 WIB
Pengamat: Pertamina...
Pengamat: Pertamina harus diaudit
A A A
Sindonews.com - Kenaikan harga elpigi 12 kilogram (kg) yang melambung hingga 60 persen, menjadi alasan kuat untuk mengaudit kinerja PT Pertamina (Persero).

Pengamat Ekonomi Universitas Hasanuddin (Unhas) Hamid Paddu mengatakan, elpiji merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Karena itu, penyebab kenaikan salah satu jenis bahan bakar tersebut, harus ditelisik sebaik mungkin.

Apakah kerugian yang dialami perusahaan minyak plat merah tersebut akibat inefisiensi perusahaan seperti tingginya gaji pegawai dan terjadinya penggelembungan harga, ataukah karena kebutuhan bahan baku yang memicu kenaikan operasional Pertamina.

“Turunkan tim audit untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi. Kalau kesalahan perusahaan kasihan kalau masyarakat yang harus membayar peningkatannya. Seenaknya mengelembungkan biaya, terjadi pemborosan, rakyat yang menderita,” ungkap Hamid kepada SINDO, Minggu (5/1/2014).

Dengan audit, lanjut dia, dapat diketahui penyebab dan tingkat harga sebenarnya. Tidak hanya itu, pemerintah seharusnya mampu melakukan pengawasan lebih baik terhadap kinerja Pertamina. Apalagi kinerja beberapa BUMN, sebut Hamid, memang telah diketahui tidak efisien.

“Hal seperti ini harus cepat. Kalau memang ditemukan kesalahan, maka secepatnya harga dianulir. Ini kebutuhan banyak rumah tangga. Pemerintah harus bertanggung jawab meskipun kewenangan penentuan kenaikan harga ada di Pertamina. Toh Pertamina ada di bawah Menteri BUMN,” jelasnya.

Sementara itu, dari pemantauan SINDO, pasokan elpiji 3 kg masih aman di Kota Makassar. Harga pun masih normal dijual Rp15 ribu pertabung. “Saya tidak tahu di tempat lain. Tapi di tempat saya sampai hari minggu ini masih lancar,” ungkap Jamaluddin salah seorang pengecer di Tamalanrea.

Meski demikian, sebelumnya Jamal tidak menampik jika terjadi aksi pindah konsumsi jenis tabung. Sebelum kenaikan dia biasa menjual 50 sampai 60 tabung. Namun sejak dua hari ini, lonjakan permintaan naik sampai 100 persen antara 110 sampai 125 tabung.

Hal senada juga diungkapkan Bahar, salah satu agen di jalan Cakalang. Menurutnya, pasokan elpiji 3 kg masih lancar. Pasca kenaikan 1 Januari sampai hari ini, pihaknya masih memasok 500 tabung elpiji 3 kg per hari.

“Masyarakat mungkin beralih dari 12 kg ke 3 kg. Tapi saya tetap lancar memasarkan tabung 3 kg 500 buah setiap hari. Belum susah mendapatkan tabung. Aman seperti biasa,” ujarnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Tips Menghemat LPG,...
Tips Menghemat LPG, Dijamin Awet Meski Masak Setiap Hari
31 Mei 2024, Akhir Pendaftaran...
31 Mei 2024, Akhir Pendaftaran Beli LPG 3 Kg Pakai KTP
Harga Gas Elpiji Non...
Harga Gas Elpiji Non Subsidi di Maros Naik Rp15 Ribu
Kecanduan LPG, Impor...
Kecanduan LPG, Impor 2021 Naik Jadi 7,2 Juta Ton
Harga Elpiji Non-Subsidi...
Harga Elpiji Non-Subsidi 2 Kali Naik, Siap-siap Gas Melon Jadi Langka
Istana Pastikan Warung...
Istana Pastikan Warung Kelontong Bisa Kembali Jual Gas LPG 3 Kg Hari Ini
Berita Terkini
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
13 menit yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
30 menit yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
1 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
1 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
2 jam yang lalu
Pjs Dirut BEI Sebut...
Pjs Dirut BEI Sebut Fundamental Pasar Saham RI Masih Bagus, Ini Buktinya
2 jam yang lalu
Infografis
Ukraina Harus Setor...
Ukraina Harus Setor Logam Tanah Jarang jika Ingin Dibantu AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved