Awal 2014, BI tahan suku bunga 7,5%
Kamis, 09 Januari 2014 - 17:17 WIB
Awal 2014, BI tahan suku bunga 7,5%
A
A
A
Sindonews.com - Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (BI) pada hari ini memutuskan untuk menahan tingkat suku bunga BI (BI Rate) sebesar 7,5 persen. Sementara, suku bunga lending (lending rate) sebesar 7,5 persen dan suku bunga deposito sebesar 5,75 persen.
Gubernur BI, Agus Martowardojo mengatakan, hal ini sejalan dengan prospek ekonomi dan inflasi Indonesia 2014. Di mana inflasi dalam APBN 2014 dipatok sebesar 4,5 persen ±1 persen.
"Ini juga sejalan dengan usaha pemerintah melakukan pengendalian defisit serta transaksi berjalan yang sudah mulai terlihat," ujarnya di Gedung BI, Jakarta, Kamis (9/1/2014).
Dia menegaskan, bahwa BI tetap akan mengarahkan inflasi ke sasaran dan defisit neraca pembayaran ke tingkat yang lebih sehat.
"Ini dengan melakukan penguatan operasi moneter, mengintensifkan lalu lintas devisa, dan memperkaya struktur dalam pembangunan seiring dengan kebijakan antisipasi agar sejalan dengan kondisi makro ekonomi," pungkas Agus.
Sebelumnya, pada Desember 2013, BI juga mempertahankan BI Rate sebesar 7,5 persen seperti pada November (dari 7,25 persen pada Oktober). Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Difi A Johansyah mengatakan, dipertahankannya BI Rate sebesar 7,5 persen masih sejalan dengan upaya pengendalian inflasi sebesar 4,5 persen ±1 persen pada 2014.
"Selain itu dipertahankannya BI Rate sejalan dengan pengendalian defisit transaksi berjalan agar turun ke tingkat yang lebih sehat dan berkesinambungan," ujar Difi di Gedung BI, Jakarta, Kamis (12/12/2013).
Gubernur BI, Agus Martowardojo mengatakan, hal ini sejalan dengan prospek ekonomi dan inflasi Indonesia 2014. Di mana inflasi dalam APBN 2014 dipatok sebesar 4,5 persen ±1 persen.
"Ini juga sejalan dengan usaha pemerintah melakukan pengendalian defisit serta transaksi berjalan yang sudah mulai terlihat," ujarnya di Gedung BI, Jakarta, Kamis (9/1/2014).
Dia menegaskan, bahwa BI tetap akan mengarahkan inflasi ke sasaran dan defisit neraca pembayaran ke tingkat yang lebih sehat.
"Ini dengan melakukan penguatan operasi moneter, mengintensifkan lalu lintas devisa, dan memperkaya struktur dalam pembangunan seiring dengan kebijakan antisipasi agar sejalan dengan kondisi makro ekonomi," pungkas Agus.
Sebelumnya, pada Desember 2013, BI juga mempertahankan BI Rate sebesar 7,5 persen seperti pada November (dari 7,25 persen pada Oktober). Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Difi A Johansyah mengatakan, dipertahankannya BI Rate sebesar 7,5 persen masih sejalan dengan upaya pengendalian inflasi sebesar 4,5 persen ±1 persen pada 2014.
"Selain itu dipertahankannya BI Rate sejalan dengan pengendalian defisit transaksi berjalan agar turun ke tingkat yang lebih sehat dan berkesinambungan," ujar Difi di Gedung BI, Jakarta, Kamis (12/12/2013).
(izz)
Lihat Juga :