Agus Marto: Ekonomi RI 2014 hanya tumbuh 5,8%
Kamis, 09 Januari 2014 - 17:39 WIB
Agus Marto: Ekonomi RI 2014 hanya tumbuh 5,8%
A
A
A
Sindonews.com - Meski relatif membaik, namun Bank Indonesia (BI) masih memperkirakan pertumbuhan ekonomi 2014 akan mendekati batas bawah pertumbuhan sebesar 5,8 persen dari rentang 5,8 sampai 6,2 persen.
Gubernur BI, Agus Martowardojo mengatakan, walaupun secara umum kondisi perekonomian lebih baik dari 2013, namun masih ada beberapa hal yang dapat mengganjal pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini.
Tantangan pertama adalah kondisi eksternal, di mana tapering off masih akan dimulai pada tahun ini oleh Bank Sentral Amerika Serikat atau yang biasa disebut The Fed.
"Ini akan berpengaruh bagaimana pengelola dana akan mereposisi asetnya dan melihat di negara maju akan ada kecenderungan tingkat bunga yang meningkat," ujar Agus di Gedung BI, Jakarta, Kamis (9/1/2014).
Selain itu, dia juga melihat adanya tantangan perekonomian domestik, yaitu bagaimana pasar melihat implementasi dari reformasi struktural yang telah dijalankan pemerintah selama enam bulan terakhir di 2013.
Namun, dia tetap melihat bahwa secara umum perekonomian Indonesia akan tetap lebih baik dibaningkan 2013, karena kondisi perekonomian global yang membaik akan meningkatkan permintaan terutama dari negara-negara maju.
"Dimotori oleh AS, Jepang dan kawasan Eropa. Tidak hanya itu, China dan India juga akan mengalami perbaikan ekonomi, sehingga dapat menopang perekonomian Indonesia dari sektor perdagangan dan finansial," pungkas Agus.
Gubernur BI, Agus Martowardojo mengatakan, walaupun secara umum kondisi perekonomian lebih baik dari 2013, namun masih ada beberapa hal yang dapat mengganjal pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini.
Tantangan pertama adalah kondisi eksternal, di mana tapering off masih akan dimulai pada tahun ini oleh Bank Sentral Amerika Serikat atau yang biasa disebut The Fed.
"Ini akan berpengaruh bagaimana pengelola dana akan mereposisi asetnya dan melihat di negara maju akan ada kecenderungan tingkat bunga yang meningkat," ujar Agus di Gedung BI, Jakarta, Kamis (9/1/2014).
Selain itu, dia juga melihat adanya tantangan perekonomian domestik, yaitu bagaimana pasar melihat implementasi dari reformasi struktural yang telah dijalankan pemerintah selama enam bulan terakhir di 2013.
Namun, dia tetap melihat bahwa secara umum perekonomian Indonesia akan tetap lebih baik dibaningkan 2013, karena kondisi perekonomian global yang membaik akan meningkatkan permintaan terutama dari negara-negara maju.
"Dimotori oleh AS, Jepang dan kawasan Eropa. Tidak hanya itu, China dan India juga akan mengalami perbaikan ekonomi, sehingga dapat menopang perekonomian Indonesia dari sektor perdagangan dan finansial," pungkas Agus.
(izz)
Lihat Juga :