UBS siap gelar GCC ke-14 di Shanghai
Kamis, 09 Januari 2014 - 17:58 WIB
UBS siap gelar GCC ke-14 di Shanghai
A
A
A
Sindonews.com - Hampir 1.000 investor domestik dan internasional termasuk di antara 1.700 delegasi yang terdaftar akan menghadiri konferensi lima hari di Shanghai tahun ini dengan tema "Reformasi Baru, Era Baru, Peluang Baru".
Sekretaris Menteri Keuangan AS ke-75, Timothy Geithner dan Wakil Presiden Akademi Ilmu Sosial China, LI Yang akan menjadi pembicara pada konferensi yang akan berlangsung pada 13-17 Januari 2014.
CEO UBS Group, Sergio Ermotti, akan menyampaikan pidato pembukaan bersamaan dengan bintang NBA internasional dan pendiri The Yao Ming Foundation, Yao Ming, yang menjadi tamu khusus pada acara ini.
"Tema tahun ini berfokus pada keseimbangan antara reformasi kebijakan dan pertumbuhan ekonomi yang harus dilakukan China. Konferensi ini berdekatan dengan sidang terbaru pleno ke-3 dalam Partai Kongres," kata Chi Won Yoon, CEO UBS Asia Pasifik dalam siaran pers, Kamis (9/1/2014).
Pada kesempatan kali ini, GCC akan menampilkan informasi berita terbaru, diskusi panel dan presentasi yang disampaikan oleh para ekonom dan akademisi terkemuka, para analis riset UBS yang pernah mendapatkan penghargaan, para pembuat kebijakan, dan para eksekutif senior dari perusahaan-perusahaan terkemuka.
Dia mengungkap, topik tahun ini mencakup isu-isu global seperti permasalahan dan ketidakpastian ekonomi dan alokasi aset dalam dunia keuangan yang stabil.
Tema-tema yang lebih berfokus pada China termasuk reformasi sektor keuangan, Zona Perdagangan Bebas di Shanghai (Shanghai Free Trade Zone), tantangan dan peluang bagi perusahaan multinasional yang beroperasi di China, prospek pasar modal di China, serta sektor tradisional dan modern.
GCC adalah konferensi unggulan UBS secara global dan telah mengukuhkan posisinya sebagai forum China terkemuka dengan partisipan yang terdiri dari investor internasional terkemuka serta pengelola dana institusional terbaik yang berbasis di China.
Tahun ini, lebih dari 160 perusahaan akan mendapatkan akses ke crème de la crème China yang berfokus pada investor-investor institusi. Para delegasi juga akan memiliki kesempatan untuk mengikuti serangkaian tour kepada ke sejumlah perusahaan, sektor properti, dan beberapa sector lainnya.
Sekretaris Menteri Keuangan AS ke-75, Timothy Geithner dan Wakil Presiden Akademi Ilmu Sosial China, LI Yang akan menjadi pembicara pada konferensi yang akan berlangsung pada 13-17 Januari 2014.
CEO UBS Group, Sergio Ermotti, akan menyampaikan pidato pembukaan bersamaan dengan bintang NBA internasional dan pendiri The Yao Ming Foundation, Yao Ming, yang menjadi tamu khusus pada acara ini.
"Tema tahun ini berfokus pada keseimbangan antara reformasi kebijakan dan pertumbuhan ekonomi yang harus dilakukan China. Konferensi ini berdekatan dengan sidang terbaru pleno ke-3 dalam Partai Kongres," kata Chi Won Yoon, CEO UBS Asia Pasifik dalam siaran pers, Kamis (9/1/2014).
Pada kesempatan kali ini, GCC akan menampilkan informasi berita terbaru, diskusi panel dan presentasi yang disampaikan oleh para ekonom dan akademisi terkemuka, para analis riset UBS yang pernah mendapatkan penghargaan, para pembuat kebijakan, dan para eksekutif senior dari perusahaan-perusahaan terkemuka.
Dia mengungkap, topik tahun ini mencakup isu-isu global seperti permasalahan dan ketidakpastian ekonomi dan alokasi aset dalam dunia keuangan yang stabil.
Tema-tema yang lebih berfokus pada China termasuk reformasi sektor keuangan, Zona Perdagangan Bebas di Shanghai (Shanghai Free Trade Zone), tantangan dan peluang bagi perusahaan multinasional yang beroperasi di China, prospek pasar modal di China, serta sektor tradisional dan modern.
GCC adalah konferensi unggulan UBS secara global dan telah mengukuhkan posisinya sebagai forum China terkemuka dengan partisipan yang terdiri dari investor internasional terkemuka serta pengelola dana institusional terbaik yang berbasis di China.
Tahun ini, lebih dari 160 perusahaan akan mendapatkan akses ke crème de la crème China yang berfokus pada investor-investor institusi. Para delegasi juga akan memiliki kesempatan untuk mengikuti serangkaian tour kepada ke sejumlah perusahaan, sektor properti, dan beberapa sector lainnya.
(izz)
Lihat Juga :