2,2 juta warga Bogor-Depok sudah jadi peserta BPJS
Kamis, 09 Januari 2014 - 20:26 WIB
2,2 juta warga Bogor-Depok sudah jadi peserta BPJS
A
A
A
Sindonews.com - Seluruh pemerintah daerah diminta harus siap menjalankan program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) sejak 1 Januari 2014. Salah satunya, di cabang regional Kabupaten Bogor, Kota Bogor, dan Kota Depok.
Kepala BPJS Cabang Bogor Nandi Wahyu mengatakan, pihaknya membawahi tiga wilayah tersebut. Sejauh ini sudah ada 2,2 juta warga Bogor dan Depok yang terdaftar sebagai peserta BPJS. Sementara, jumlah rumah sakit (RS) di Bogor dan Depok hanya ada 54 RS, padahal idealnya membutuhkan 150 unit RS.
"2,2 juta warga sudah terdaftar, Jamkesmas yang paling banyak 1,5 juta. Kami sudah jalan," ujarnya di Balaikota Depok, Kamis (9/1/2014).
Dia mendorong setiap warga yang belum mendaftar BPJS agar segera mendaftar baik oleh perusahaan maupun secara mandiri. Pihaknya mengklaim pendaftaran sudah bisa dilakukan secara online.
"Harus satu KK kalau secara mandiri, bayar rekening di Bank. Tak boleh dipungut biaya apapun. Iuran bayarnya di bank BNI, Mandiri, dan BRI. Kalau di Depok bisa di wilayah Sukmajaya, Jalan Kemakmuran," jelasnya.
Nandi mengatakan, pada prinsipnya semua sudah berjalan. Secara otomatis program Jamkesmas, Jamsostek, Asabri, dan lainnya hanya disatukan saja, namun yang menjadi tambahan adalah masyarakat umum.
"Karena itu komersial harus lebih baik dari BPJS. Kerja sama RS nya sama juga melalui MoU, yang atur tarifnya kementerian. BPJS hanya operator. Provider klaim ke BPJS. Sistem ini diubah total, kita berharap ke depan enggak ada penolakan dari rumah sakit," pungkas dia.
Kepala BPJS Cabang Bogor Nandi Wahyu mengatakan, pihaknya membawahi tiga wilayah tersebut. Sejauh ini sudah ada 2,2 juta warga Bogor dan Depok yang terdaftar sebagai peserta BPJS. Sementara, jumlah rumah sakit (RS) di Bogor dan Depok hanya ada 54 RS, padahal idealnya membutuhkan 150 unit RS.
"2,2 juta warga sudah terdaftar, Jamkesmas yang paling banyak 1,5 juta. Kami sudah jalan," ujarnya di Balaikota Depok, Kamis (9/1/2014).
Dia mendorong setiap warga yang belum mendaftar BPJS agar segera mendaftar baik oleh perusahaan maupun secara mandiri. Pihaknya mengklaim pendaftaran sudah bisa dilakukan secara online.
"Harus satu KK kalau secara mandiri, bayar rekening di Bank. Tak boleh dipungut biaya apapun. Iuran bayarnya di bank BNI, Mandiri, dan BRI. Kalau di Depok bisa di wilayah Sukmajaya, Jalan Kemakmuran," jelasnya.
Nandi mengatakan, pada prinsipnya semua sudah berjalan. Secara otomatis program Jamkesmas, Jamsostek, Asabri, dan lainnya hanya disatukan saja, namun yang menjadi tambahan adalah masyarakat umum.
"Karena itu komersial harus lebih baik dari BPJS. Kerja sama RS nya sama juga melalui MoU, yang atur tarifnya kementerian. BPJS hanya operator. Provider klaim ke BPJS. Sistem ini diubah total, kita berharap ke depan enggak ada penolakan dari rumah sakit," pungkas dia.
(izz)
Lihat Juga :