Rupiah melemah, jatah pupuk petani Jepara dipangkas

Senin, 13 Januari 2014 - 11:20 WIB
Rupiah melemah, jatah...
Rupiah melemah, jatah pupuk petani Jepara dipangkas
A A A
Sindonews.com - Melemahnya nilai tukar rupiah juga berimbas pada jatah pupuk petani di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah (Jateng). Agar tidak muncul gejolak, pemkab setempat akan melakukan verifikasi ulang agar petani penerima pupuk bersubsidi ini tepat sasaran.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Jepara, Wasiyanto mengatakan, angka pemangkasan jatah pupuk petani cukup signifikan yakni sekitar 3.900 ton. Sebab pada 2013 alokasi pupuk bagi Jepara sebanyak 22.500 ton, tetapi 2014 hanya 18.600 ton.

Alasan pengurangan pupuk ini dikarenakan nilai tukar rupiah yang melemah terhadap dolar Amerika Serikat (USD). Akibat nilai tukar rupiah melemah, maka harga bahan baku pupuk impor menjadi naik. Salah satu imbasnya adalah pengurangan kuota pupuk petani.

"Ini kebijakan pusat. Kita hanya melaksanakan saja kebijakan itu," kata Wasiyanto, Senin (13/1/2014).

Menurutnya, pengurangan ini memang perlu agar terjadi efisiensi di sejumlah lini, terlebih urusan distribusi. Langkah ini penting agar tak muncul gejolak di tingkat bawah. Salah satu langkah yang akan dilakukan yakni verifikasi ulang petani penerima pupuk bersubsidi. "Subsidi tetap tapi dengan adanya kenaikan harga, volumenya dikurangi," katanya.

Wasiyanto mengungkapkan, verifikasi tersebut akan dilakukan dengan melihat luas area pertanian yang dimiliki petani. Total area pertanian di Jepara sekitar 26.000 hektare. Namun mayoritas petani di Jepara lahannya kecil.
"Penerima pupuk bersubsidi ini petani yang memiliki lahan di bawah dua ha," ujarnya.

Selain melakukan verifikasi ulang, pihaknya juga akan melakukan pengawalan kondisi riil di lapangan. Ini menjadi salah satu perhatian saat rapat koordinasi dan evaluasi yang digelar jajarannya. "Harapan kita pupuk bersubsidi cukup dalam setahun," ucapnya.

Langkah lainnya yakni pengaktifan kembali kartu kendali. Kartu ini yang akan menjadi pegangan kelompok tani saat mengambil pupuk. Kartu kendali berisi kuota yang diterima dalam setahun.

Setiap mengambil akan dikontrol sisa kuota pupuk yang menjadi bagian petani bersangkutan. "Prinsipnya jangan sampai ada petani yang tidak kebagian pupuk," pungkasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wow! New York Legalkan...
Wow! New York Legalkan Mayat Manusia Diolah Jadi Pupuk
Polisi Ringkus 4 Tersangka...
Polisi Ringkus 4 Tersangka Penyelewengan Pupuk Subsidi di Pandeglang
Pupuk Batubara Ini Dapat...
Pupuk Batubara Ini Dapat Menjadikan Indonesia Lumbung Pangan Dunia
PIM-1 Hidup Kembali...
PIM-1 Hidup Kembali Bakal Dongkrak Kapasitas Produksi Pupuk Nasional
Pusri Pastikan Distribusi...
Pusri Pastikan Distribusi Pupuk Subsidi Sesuai e-RDKK
Ada Perang Rusia-Ukraina,...
Ada Perang Rusia-Ukraina, Stok Bahan Baku Pupuk Indonesia Masih Aman
Berita Terkini
Dukung Industri Kreatif,...
Dukung Industri Kreatif, Joshua Khubani Siapkan Investasi USD100 Juta
3 jam yang lalu
Jelajahi 197 Negara,...
Jelajahi 197 Negara, Peneliti Temukan Kesederhanaan Jadi Kunci Kebahagiaan
3 jam yang lalu
Pasar Keuangan Ambruk...
Pasar Keuangan Ambruk Lebih Dalam, Rupiah Diramal Tembus Rp19.000 Akhir Bulan Ini
3 jam yang lalu
BRIN Apresiasi Program...
BRIN Apresiasi Program Konservasi Astra Agro Dukung Target Biodiversitas
4 jam yang lalu
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Mager di Rp2,73 Juta per Gram, Berikut Rinciannya
4 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Perkuat Ketahanan Pangan Melalui Program CID
5 jam yang lalu
Infografis
Rupiah Jeblok ke Level...
Rupiah Jeblok ke Level Terendah Sejak Krisis 1998
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved