Hindari dikuasai asing, Pertamina sebaiknya akuisisi PGN
Selasa, 14 Januari 2014 - 22:00 WIB
Hindari dikuasai asing, Pertamina sebaiknya akuisisi PGN
A
A
A
Sindonews.com - Pengamat Kebijakan Energi, Sofyano Zakaria melihat rencana pemerintah untuk mengakuisisi PT Perusahaan Gas Negara (PGN) melalui PT Pertamina (Persero) merupakan salah satu cara negara menguasai bisnis yang bernilai strategis.
"Masyarakat sangat mengkhawatirkan perusahaan seperti PGN yang core bisnisnya terkait serta menyangkut hajat hidup orang banyak, kalau suatu saat akan jatuh ke tangan pemodal asing," ucap Sofyano dalam keterangan tertulisnya, Selasa (14/1/2014).
Menurutnya, keinginan kuat Pertamina mengakuisisi PGN mampu menghilangkan kekhawatiran masyarakat terhadap hal tersebut. "Ini seharusnya juga dipahami oleh pihak PGN," sambungnya.
Sofyano menambahkan, dengan akan diakuisisinya PGN oleh Pertamina, ini akan memberi dampak positif dan nilai lebih bagi PGN ketimbang jika saham PGN dominan dikuasai oleh pihak asing.
"Pertamina maupun PGN adalah BUMN dengan demikian sinergitas antar BUMN ini akan jauh lebih baik ketika PGN diakuisisi Pertamina," jelasnya.
Sofyano mengungkapkan, dengan kepemilikan saham terbuka dalam perusahaan PGN, maka cepat atau lambat kondisi itu menjadi ancaman terhadap bisnis strategis hilir gas di dalam negeri.
"Modal pihak asing merupakan ‘ancaman’ terhadap kedaulatan BUMN-PGN. Karena itu akuisisi Pertamina terhadap PGN mampu menjawab kekhawatiran publik terhadap hal tersebut," pungkasnya.
Seperti yang diketahui, pemerintah dalam hal ini Kementerian BUMN telah menggelar pertemuan bersama ketiga perusahaan BUMN tersebut. Dalam rapat itu, Menteri BUMN Dahlan Iskan menyatakan dirinya sudah membicarakan dengan Pertamina maupun PGN dan akan mengambil keputusan yang paling rasional.
"Yang paling logis adalah PGN membeli Pertagas, dan untuk sementara Pertamina tidak perlu aktif di hilir gas," kata Dahlan.
"Masyarakat sangat mengkhawatirkan perusahaan seperti PGN yang core bisnisnya terkait serta menyangkut hajat hidup orang banyak, kalau suatu saat akan jatuh ke tangan pemodal asing," ucap Sofyano dalam keterangan tertulisnya, Selasa (14/1/2014).
Menurutnya, keinginan kuat Pertamina mengakuisisi PGN mampu menghilangkan kekhawatiran masyarakat terhadap hal tersebut. "Ini seharusnya juga dipahami oleh pihak PGN," sambungnya.
Sofyano menambahkan, dengan akan diakuisisinya PGN oleh Pertamina, ini akan memberi dampak positif dan nilai lebih bagi PGN ketimbang jika saham PGN dominan dikuasai oleh pihak asing.
"Pertamina maupun PGN adalah BUMN dengan demikian sinergitas antar BUMN ini akan jauh lebih baik ketika PGN diakuisisi Pertamina," jelasnya.
Sofyano mengungkapkan, dengan kepemilikan saham terbuka dalam perusahaan PGN, maka cepat atau lambat kondisi itu menjadi ancaman terhadap bisnis strategis hilir gas di dalam negeri.
"Modal pihak asing merupakan ‘ancaman’ terhadap kedaulatan BUMN-PGN. Karena itu akuisisi Pertamina terhadap PGN mampu menjawab kekhawatiran publik terhadap hal tersebut," pungkasnya.
Seperti yang diketahui, pemerintah dalam hal ini Kementerian BUMN telah menggelar pertemuan bersama ketiga perusahaan BUMN tersebut. Dalam rapat itu, Menteri BUMN Dahlan Iskan menyatakan dirinya sudah membicarakan dengan Pertamina maupun PGN dan akan mengambil keputusan yang paling rasional.
"Yang paling logis adalah PGN membeli Pertagas, dan untuk sementara Pertamina tidak perlu aktif di hilir gas," kata Dahlan.
(gpr)
Lihat Juga :