Setelah cetak rekor, S&P ditutup terkoreksi

Jum'at, 17 Januari 2014 - 08:49 WIB
Setelah cetak rekor,...
Setelah cetak rekor, S&P ditutup terkoreksi
A A A
Sindonews.com - Indeks Dow Jones dan S&P 500 ditutup terkoreksi pada perdagangan Kamis waktu setempat dipicu mengecewakannya kinerja Goldman Sach dan emiten keuangan lain.

Sektor keuangan menjadi pemicu terkoreksinya dua indeks tersebut setelah Goldman Sach Group Inc (GS.N) mengumumkan laba kuartalan turun 21 persen dan kinerja Citigroup Inc (CN) di bawah estimasi.

Kinerja tersebut berlawan dengan hasil positif yang dibukukan emiten keuangan lainnya, seperti Bank of America Corp (BAC.N), JPMorgan Chase & Co (JPM.N) dan Wells Fargo & Co (WFC.N).

Akibat menurunnya kinerja membuat saham Goldman minus 2 persen menjadi USD175,17. Penurunan saham Goldman menciptakan koreksi pada indeks Dow Jones. Sementara saham Citigroup anjlok 4,4 persen menjadi USD52,60 dan memberi sentimen negatif pada indeks S&P 500.

Sektor keuangan mengalami koreksi terbesar di indeks S&P 500. Sektor keuangan di indeks S&P (SPSY) tercatat melemah 0,6 persen.

"Anda mendapatkan sedikit kekecewaan seperti hari ini setelah saham menguat tajam dan pasar diserang aksi jual," kata Senior Vice President BB & T Wealth Management Bucky Hellwig seperti dilansir Reuters, Jumat (17/1/2014).

Kekhawatiran terhadap kemungkinan valuasi saham yang terlalu tinggi memberi tekanan pada bursa saham setelah reli tahun lalu. Namun, indeks S&P 500 sempat naik 1,6 persen selama dua sesi sebelumnya dan berhasil mencetak rekor baru sejak 31 Desember 2013 didukung data ekonomi.

Perdagangan semalam, indeks Dow Jones terkoreksi 64,93 poin atau 0,39 persen menjadi 16.417,01; indeks S&P 500 melemah 2,49 poin atau 0,13 persen menjadi 1.845,89. Sedangkan Nasdaq naik 3,805 poin atau 0,09 persen menjadi 4.218,69.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Waspada Gejolak Ekonomi...
Waspada Gejolak Ekonomi Dunia
PBB Prediksi Ekonomi...
PBB Prediksi Ekonomi Dunia Stagnan di 2,8 Persen pada 2025
Utang Luar Negeri IndonesiaNomor...
Utang Luar Negeri IndonesiaNomor 7 Terbesar di Dunia
Ekonomi China Pulih,...
Ekonomi China Pulih, Tumbuh 4,9 Persen Kuartal III 2020
Seram! Ketua OJK Beberkan...
Seram! Ketua OJK Beberkan Ancaman Ekonomi Dunia Tahun Depan
Prabowo: Ekonomi Indonesia...
Prabowo: Ekonomi Indonesia Diramal Masuk 5 Besar di Dunia
Berita Terkini
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
5 jam yang lalu
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
5 jam yang lalu
BKI dan ASDP Perkuat...
BKI dan ASDP Perkuat Sinergi Keselamatan Kerja Melalui Audit SMK3
5 jam yang lalu
Silmy Karim Dicopot...
Silmy Karim Dicopot dari Komisaris Telkom usai Tersangka KPK
5 jam yang lalu
DPR Ingatkan Potensi...
DPR Ingatkan Potensi Moral Hazard Penambahan Layer Rokok Ilegal
6 jam yang lalu
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
6 jam yang lalu
Infografis
Head to Head Irak vs...
Head to Head Irak vs Indonesia, Skuad Garuda Dihantui Rekor Buruk
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved