Proyek jalur KA Sulawesi segera groundbreaking

Jum'at, 17 Januari 2014 - 21:22 WIB
Proyek jalur KA Sulawesi...
Proyek jalur KA Sulawesi segera groundbreaking
A A A
Sindonews.com - Pemerintah segera merealisasikan proyek pembangunan trase (jalur) kereta api Sulawesi, meski proyek tersebut tidak masuk dalam mata Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2014.

Menteri Perhubungan (Menhub) RI, EE Mangindaan mengatakan, untuk realisasi proyek tersebut, pihaknya akan menggandeng Public Private Partnership (PPP). Sehingga pembiayaan tidak hanya dititikberatkan pada dana pemerintah.

“Konsep PPP bisa melibatkan swasta asing atau swasta nasional. Tapi saat ini, sudah ada beberapa investor asing yang menyatakan minat, seperti investor asal Korea, China dan Jepang,” ungkapnya saat menemui Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, Jumat (17/1/2014).

Optimisme Menhub juga didasari kesiapan atas ketersediaan lahan yang menjadi tanggung jawab Pemprov Sulsel. Karena itu, groundbreaking proyek ini pun akan diserahkan sepenuhnya kepada Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo.

"Saya sudah ngobrol dengan Pak Gubernur. Groundbreaking rencananya di Kabupaten Barru. Kapan waktunya, terserah beliau. Mungkin Pak Gubernur akan menyesuaikan jadwal dengan Presiden, supaya Pak SBY bisa hadir dalam groundbreaking," ujarnya.

Diketahui, jalur trans Sulawesi memiliki panjang sekitar 2.000 kilometer (km). Sesuai dengan studi detail engineering design (DED) dibutuhkan dana sekitar Rp30 trilun.

Khusus untuk KA trans Sulawesi tahap pertama yang dimulai dari Makassar hingga Pare-pare, membutuhkan anggaran Rp7,1 trilun dengan panjang jalur 145,23 kilometer.

Anggaran tersebut digunakan untuk pembebasan lahan, pembangunan trase kereta api, pekerjaan jembatan, pengerjaan signal kereta api, pembangunan stasiun dan depo kereta api.

Sementara itu, Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo bersikukuh akan melakukan groundbreaking pada Februari mendatang. Hanya saja pihaknya meminta pemerintah pusat memberi keleluasaan kepada pemerintah daerah untuk menentukan privat sektor yang akan digandeng.

"Jika tidak bisa dengan APBN masih ada swasta yang bisa kita gandeng, yang penting grounbreaking-nya dulu. Kalau kita tidak melakukan groundbreaking, orang pusat akan menunda-nunda dan nanti akhirnya tidak akan terlaksana," paparnya.

Menurut Gubernur dua periode ini, tidak ada negara atau daerah yang maju yang tidak memiliki KA. Karena itu, setiap instansi terkait, tetap fokus dalam menghadirkan KA. “Pak Bupati siapkan tanahnya, saya mempersiapkan justifikasi rutenya," ujarnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Bangkitkan Ekonomi Sulawesi...
Bangkitkan Ekonomi Sulawesi Utara, Mas Menteri Bawa 3G
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan Kuartal I Tahun 2024
Olly Optimistis Ekonomi...
Olly Optimistis Ekonomi Sulawesi Utara Tumbuh 6% di 2021
1.550 Bumdes di Sulawesi...
1.550 Bumdes di Sulawesi Tengah Didorong Jadi Penggerak Ekonomi
BPS: Jawa dan Sulawesi...
BPS: Jawa dan Sulawesi Tumbuh di Atas Ekonomi Nasional
BPS Umumkan Perkembangan...
BPS Umumkan Perkembangan Ekspor-Impor Sulawesi Utara Januari 2021
Berita Terkini
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
14 menit yang lalu
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
43 menit yang lalu
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
1 jam yang lalu
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
4 jam yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
10 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
10 jam yang lalu
Infografis
Kisah Jalur KRL Jabodetabek,...
Kisah Jalur KRL Jabodetabek, Diawali Rute Tanjung Priok-Jatinegara Pada 1924
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved