Pengamat: Akuisisi satu tahap Pertamina-PGN lebih efisien
Sabtu, 18 Januari 2014 - 13:17 WIB
Pengamat: Akuisisi satu tahap Pertamina-PGN lebih efisien
A
A
A
Sindonews.com - Analis PT Asjaya Indosurya Securities, William Suryawijaya menilai, dari dua skenario yang tengah dikaji, langkah akuisisi satu tahap Pertamina-PGN dinilai lebih efektif. Namun, hal tersebut tergantung pada hasil lobi antara kedua belah pihak.
"Opsi mana saja sebenarnya bisa ditempuh. Mau PGN akuisisi Pertagas dulu, baru kemudian PGN diakuisisi Pertamina, atau sekalian dilakukan satu tahap. Itu sama saja. Tapi, yang efisien tentu yang satu tahap," kata Willi saat dihubungi Sindonews, Sabtu (18/1/2014).
Pandangan tersebut, lanjut Willi, didasarkan kondisi, baik satu tahap ataupun dua tahap PGN tetap akan berada di bawah naungan Pertamina. Itu bila langkah akuisisi tersebut benar-benar terealisasi.
"Karena Pertagas itu kan punya Pertamina juga. Nantinya PGN yang jadi induk (di sektor gas). Jadi, sebenarnya yang menjadi kunci itu di PGN. Tinggal bagaimana kemampuan lobi Pertamina saja agar PGN mau diakuisisi satu tahap," jelas dia.
Sebelumnya, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan telah menunjuk PT Danareksa (Persero) dan Bahana Sekuiritas untuk mengkaji langkah terbaik yang dapat dipilih dari dua opsi itu.
Opsi pertama dilakukan satu tahap, Pertamina langsung mengakuisisi PGN. Opsi dua tahap, Dahlan menerangkan, bahwa pada tahap pertama PGN mengakuisisi PT Pertamina Gas (Pertagas), baru kemudian hasil gabungan keduanya diakuisisi oleh Pertamina sebagai induk usaha.
"Akan satu tahap atau dua tahap masih dikaji. Kalau yang terbaik untuk bangsa kita, ikut saja. Kalau yang baik dua step, PGN beli Pertagas, PGN dibeli Pertamina, ya silakan saja. Tapi, kajiannya belum selesai," terang Dahlan, kala itu.
"Opsi mana saja sebenarnya bisa ditempuh. Mau PGN akuisisi Pertagas dulu, baru kemudian PGN diakuisisi Pertamina, atau sekalian dilakukan satu tahap. Itu sama saja. Tapi, yang efisien tentu yang satu tahap," kata Willi saat dihubungi Sindonews, Sabtu (18/1/2014).
Pandangan tersebut, lanjut Willi, didasarkan kondisi, baik satu tahap ataupun dua tahap PGN tetap akan berada di bawah naungan Pertamina. Itu bila langkah akuisisi tersebut benar-benar terealisasi.
"Karena Pertagas itu kan punya Pertamina juga. Nantinya PGN yang jadi induk (di sektor gas). Jadi, sebenarnya yang menjadi kunci itu di PGN. Tinggal bagaimana kemampuan lobi Pertamina saja agar PGN mau diakuisisi satu tahap," jelas dia.
Sebelumnya, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan telah menunjuk PT Danareksa (Persero) dan Bahana Sekuiritas untuk mengkaji langkah terbaik yang dapat dipilih dari dua opsi itu.
Opsi pertama dilakukan satu tahap, Pertamina langsung mengakuisisi PGN. Opsi dua tahap, Dahlan menerangkan, bahwa pada tahap pertama PGN mengakuisisi PT Pertamina Gas (Pertagas), baru kemudian hasil gabungan keduanya diakuisisi oleh Pertamina sebagai induk usaha.
"Akan satu tahap atau dua tahap masih dikaji. Kalau yang terbaik untuk bangsa kita, ikut saja. Kalau yang baik dua step, PGN beli Pertagas, PGN dibeli Pertamina, ya silakan saja. Tapi, kajiannya belum selesai," terang Dahlan, kala itu.
(dmd)
Lihat Juga :