Harga rumah baru di China naik lebih dari 15%
Minggu, 19 Januari 2014 - 10:57 WIB
Harga rumah baru di China naik lebih dari 15%
A
A
A
Sindonews.com - Harga rumah baru di kota-kota China naik lebih dari 15 persen pada bulan lalu, terutama di daerah Guangzhou dan Shenzhen, setelah adanya kebijakan dari pemerintah setempat terkait pembatasan atas kepemilikan properti untuk mencegah pembeli.
Seperti dikutip dari Bloomberg, Minggu (19/1/2014), harga rumah baru di Guangzhou dan Shenzhen naik 20 persen dari tahun sebelumnya, dan naik 18 persen di Shanghai serta 16 persen di Beijing.
Setidaknya, 10 kota di China banyak, telah memperketat kebijakan properti lokal sejak November tahun lalu, seperti kota-kota besar di Shenzhen, Shanghai dan Guangzhou semua menaikkan uang muka minimum untuk rumah kedua menjadi 70 persen dari 60 persen.
Premier Li Keqiang telah menahan untuk memperkenalkan kebijakan yang lebih nasional untuk mendinginkan pasar real estate sejak dia menjabat pada Maret.
"Kota-kota besar China pasti akan menerapkan langkah-langkah pengetatan lebih ketat tahun ini," kata Alan Jin, analis properti berbasis di Hong Kong di Mizuho Securities Asia Ltd.
"China masih peduli tentang cepatnya naik harga rumah, jika tidak mereka pembatasan lokal. Mereka tampaknya tidak menemukan cara yang lebih baik untuk mengatasi masalah itu," ujarnya.
Seperti dikutip dari Bloomberg, Minggu (19/1/2014), harga rumah baru di Guangzhou dan Shenzhen naik 20 persen dari tahun sebelumnya, dan naik 18 persen di Shanghai serta 16 persen di Beijing.
Setidaknya, 10 kota di China banyak, telah memperketat kebijakan properti lokal sejak November tahun lalu, seperti kota-kota besar di Shenzhen, Shanghai dan Guangzhou semua menaikkan uang muka minimum untuk rumah kedua menjadi 70 persen dari 60 persen.
Premier Li Keqiang telah menahan untuk memperkenalkan kebijakan yang lebih nasional untuk mendinginkan pasar real estate sejak dia menjabat pada Maret.
"Kota-kota besar China pasti akan menerapkan langkah-langkah pengetatan lebih ketat tahun ini," kata Alan Jin, analis properti berbasis di Hong Kong di Mizuho Securities Asia Ltd.
"China masih peduli tentang cepatnya naik harga rumah, jika tidak mereka pembatasan lokal. Mereka tampaknya tidak menemukan cara yang lebih baik untuk mengatasi masalah itu," ujarnya.
(izz)
Lihat Juga :