Laju IHSG diprediksi variatif

Senin, 20 Januari 2014 - 08:19 WIB
Laju IHSG diprediksi...
Laju IHSG diprediksi variatif
A A A
Sindonews.com - Pada perdagangan awal pekan ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan berada pada support 4.375-4.395 dan resistance 4.425-4.438.

Kepala Riset Trust Securites Reza Priyambada mengatakan, laju IHSG masih berpeluang variatif ditandai dengan masih adanya utang gap yang harus ditutup di 4.270-4.292.

"IHSG sempat berada di kisaran target support 4.385-4.400, sehingga telah menutup utang gap 4.393-4.398. Masih ada utang gap di 4.270-4.292, sehingga laju IHSG masih akan variatif," terang Reza, Senin (20/1/2014).

Kendati demikian, Reza berharap aksi sell off dapat mereda, dengan demikian diharapkan IHSG tidak semakin melemah menuju utang gap tersebut.

Menurut Reza, aksi profit taking masih berpotensi mewarnai laju IHSG hari ini, sehingga membuat lajunya masih berada di zona merah seiring imbas laju bursa saham Amerika Serikat (AS) dan Eropa yang sebelumnya bergerak di zona negatif.

Apalagi dengan laju nilai tukar rupiah yang kembali melemah semakin menambah sentimen negatif. Akan tetapi, pelemahan yang terjadi tidak sedalam sehari sebelumnya dan paling tidak utang gap 4.393-4.398 sudah tertutupi.

Di sisi lain, imbas kebijakan pemerintah yang membatasi eskpor bahan mentah berdampak pada penguatan harga komoditas global dan berimbas pada kenaikan saham-saham pertambangan.

Begitupun dengan penguatan beberapa saham perbankan dan industri dasar setelah BI menyatakan rasio NPL perbankan mulai mereda. Tetapi derasnya aksi jual menutupi sentimen positif tersebut.

Padahal, laju IHSG selama sepekan kemarin mengalami kenaikan 157,26 poin atau 3,70 persen dari sebelumnya yang turun 2,69 poin. Meski di akhir pekan mengalami pelemahan, namun laju IHSG masih berada di zona hijau.

Sepanjang perdagangan akhir pekan kemarin, IHSG menyentuh level tertinggi 4.457,76 di awal sesi dan menyentuh level terendah 4.398,12 juga di awal sesi 1 dan berakhir di level 4.441,59.

"Volume perdagangan dan nilai total transaksi turun. Investor asing mencatatkan nett buy dengan penurunan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell," paparnya.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pembatasan Aktivitas...
Pembatasan Aktivitas Diambil Pemerintah, IHSG Ditutup Ambruk 1,17%
181 Saham Melemah Seret...
181 Saham Melemah Seret IHSG di Awal Sesi ke Level 6.083
Kenaikan IHSG Jangka...
Kenaikan IHSG Jangka Pendek, Berpotensi Bergerak di Kisaran 5.944-6.202
Borong 5 Saham Ini di...
Borong 5 Saham Ini di Tengah Tren Menghijau IHSG
IHSG Balik Perkasa Pagi...
IHSG Balik Perkasa Pagi Ini, Dibuka Sentuh Level 6.115
Wow! IHSG Akhir Pekan...
Wow! IHSG Akhir Pekan Tembus Level 6.208
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
4 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
4 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
5 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
5 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
5 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
5 jam yang lalu
Infografis
Indonesia Diprediksi...
Indonesia Diprediksi Bakal Masuk Jebakan Utang Semakin Dalam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved