Petani tambak di Indramayu rugi ratusan juta rupiah

Selasa, 21 Januari 2014 - 16:16 WIB
Petani tambak di Indramayu...
Petani tambak di Indramayu rugi ratusan juta rupiah
A A A
Sindonews.com - Seluas 4.899 hektare (ha) areal tambak di Indramayu, Jawa Barat (Jabar) terancam gagal panen. Pasalnya, ikan dan udang yang ada di areal tambak terancam mati karena tercampur air hujan.

Berdasarkan data sementara dari Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Indramayu, areal tambak yang terendam mencapai 4.899 ha. Jumlah itu tersebar di empat kecamatan, yakni Kecamatan Cantigi seluas 3.628 ha, Pasekan 1.010 ha, Indramayu 244 ha, dan Losarang 17 ha.

Di Kecamatan Cantigi, ribuan ha tambak berubah menjadi lautan. Batas petakan setiap tambak sudah tidak terlihat karena semuanya tertutup air berwarna kecokelatan.

Selain hujan deras yang mengguyur dalam waktu bersamaan, air laut di perairan Indramayu sedang pasang. Sehingga air langsung melimpas ke desa-desa yang terletak di sepanjang alur sungai Cimanuk.

Kondisi itu secara otomatis menyebabkan ikan bandeng maupun udang yang dibudidayakan di dalam tambak, menjadi hanyut. Petambak pun harus menanggung kerugian yang besar.

"Sudah hancur semuanya, ikan yang ada di dalam tambak juga banyak keluar dari areal tambak," kata Ratidin, petambak di Blok Pulomas Desa Panyingkiran Lor, Kecamatan Cantigi, Selasa (21/1/2014).

Menurutnya, umur bandeng milik petambak yang kini hanyut rata-rata sudah mencapai tiga bulan. Sedangkan udang, rata-rata berumur setengah sampai satu bulan. Kerugian yang dialaminya pun sebesar Rp10 juta per ha. Dengan luas areal tambaknya yang mencapai dua ha, maka total kerugian yang dialami sekitar Rp20 juta.

Kerugian serupa juga dialami pemilik tambak lainnya, Asep. Dia mengaku mengalami kerugian sekitar Rp15 juta. Selain akibat hilangnya bandeng, kerugian juga terjadi karena telah mengeluarkan biaya pakan ikan dan pemeliharaannya.

Selain rugi akibat hilangnya budidaya tambak, para pemilik tambak pun harus mengeluarkan modal lebih besar untuk memulai kembali usaha tersebut. Pasalnya, mereka harus mengeluarkan biaya untuk menguras tambak yang saat ini dipenuhi sampah dari sungai.

Hal senada juga diungkapkan pengusaha tambak, Juhadi Muhammad yang mengaku mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah. "Di beberapa lokasi, banyak tambak yang meluber karena air hujan. Kerugian petambak cukup besar," kata dia.

Sementara itu, hanyutnya bandeng dan udang dari tambak akibat banjir, membawa keuntungan untuk warga. Dengan menggunakan jaring dan jala, mereka mencari bandeng dan udang yang hanyut terbawa banjir. Bandeng dan udang itu kemudian mereka jual.

"Lumayan, kemarin saya bisa dapat Rp100 ribu, setelah dapat ikan di dekat areal tambak," ujar Wadi, seorang warga Kelurahan Lemah Mekar, Kecamatan Indramayu.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kementerian Kelautan...
Kementerian Kelautan dan Perikanan Berhentikan Dirjen Perikanan Tangkap
Menteri Kelautan dan...
Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo Ditangkap KPK
RI Rangking 4 Eksportir...
RI Rangking 4 Eksportir Perikanan ke China, Atdag: Aturan Rumit
Meski Ada Pandemi, Nilai...
Meski Ada Pandemi, Nilai Ekspor Perikanan Meningkat Jadi USD1,24 Miliar
3 Kerugian yang Ditimbulkan...
3 Kerugian yang Ditimbulkan Pagar Laut Ilegal Sepanjang 30 Km di Tangerang
Menteri Edhy Bertekad...
Menteri Edhy Bertekad Hidupkan Bitung Jadi Kawasan Ekonomi Khusus Perikanan
Berita Terkini
Bahas Efisiensi Anggaran...
Bahas Efisiensi Anggaran MBG, Purbaya dan Kepala BGN Baru Bakal Bertemu Minggu Depan
1 jam yang lalu
Bagaimana Public Listing...
Bagaimana Public Listing Mengubah Perusahaan Crypto?
2 jam yang lalu
Inflasi Kembali Muncul,...
Inflasi Kembali Muncul, Penting bagi Trader Mengamati Rilis CPI Berikutnya
2 jam yang lalu
Uang Beredar Tumbuh...
Uang Beredar Tumbuh 8,7%, Per Juni 2026 Tembus Rp10.432,8 Triliun
2 jam yang lalu
Pajak Ekonomi Digital...
Pajak Ekonomi Digital per Juni 2026 Capai Rp54,71 Triliun, Kripto Sumbang Rp2,09 T
3 jam yang lalu
Mengapa Didimax Menjadi...
Mengapa Didimax Menjadi Pilihan Banyak Trader? Ternyata ini Alasannya
3 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved