Rupiah tertekan ke level Rp12.134/USD
Selasa, 21 Januari 2014 - 16:32 WIB
Rupiah tertekan ke level Rp12.134/USD
A
A
A
Sindonews.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada sore ini berakhir terdepresiasi di tengah relinya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada akhir perdagangan.
Nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg pada level Rp12.134 per USD. Posisi ini melemah 21 poin dibanding penutupan Senin (20/1/2014) di level Rp12.113 per USD.
Masih berdasarkan data Bloomberg, rupiah pagi tadi dibuka pada level Rp12.110 per USD. Adapun, posisi rupiah terkuat hari ini di level Rp12.110 per USD dan terlemah di level Rp12.139 per USD.
Data yahoofinance juga mencatat mata uang domestik di level Rp12.134 per USD, dengan kisaran harian Rp12.110-12.134 per USD. Posisi ini terdepresiasi 11 poin dibanding penutupan perdagangan sebelumnya di level Rp12.113 per USD.
Berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas mencatat rupiah hari ini diperdagangkan pada level Rp12.121 per USD. Posisi ini melemah 5 poin dibanding awal pekan ini di level Rp12.116 per USD.
Sementara posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada hari ini berada di level Rp12.122 per USD atau terdepresiasi 12 poin dibanding penutupan kemarin di level Rp12.110 per USD.
Head of Research & Analysis BNI Nurul Eti Nurbaeti mengatakan, tekanan terhadap rupiah dipicu masih tingginya permintaah mata uang dometik oleh korporasi di tengah penjagaan dari Bank Indonesia (BI).
"Masih tingginya permintaan dolar oleh lokal korporasi turut menekan pergerakan nilai tukar rupiah," kata dia, Selasa (21/1/2014).
Sementara menguatnya IHSG sore ini dan lelang Surat Utang Negara (SUN) senilai Rp10 triliun yang digelar pemerintah hari ini tidak begitu memberi dampak positif bagi pergerakan mata uang domestik.
Adapun, IHSG sore ini berhasil bertahan berhasil menembus level 4.450 didukung aksi beli asing. IHSG melonjak 20,93 poin atau 0,47 persen ke level 4.452,50.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp4,60 triliun dengan 4,77 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing mencapai Rp53,15 miliar. Tercatat sebanyak 202 saham naik, 109 saham melemah dan 83 saham stagnan.
Nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg pada level Rp12.134 per USD. Posisi ini melemah 21 poin dibanding penutupan Senin (20/1/2014) di level Rp12.113 per USD.
Masih berdasarkan data Bloomberg, rupiah pagi tadi dibuka pada level Rp12.110 per USD. Adapun, posisi rupiah terkuat hari ini di level Rp12.110 per USD dan terlemah di level Rp12.139 per USD.
Data yahoofinance juga mencatat mata uang domestik di level Rp12.134 per USD, dengan kisaran harian Rp12.110-12.134 per USD. Posisi ini terdepresiasi 11 poin dibanding penutupan perdagangan sebelumnya di level Rp12.113 per USD.
Berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas mencatat rupiah hari ini diperdagangkan pada level Rp12.121 per USD. Posisi ini melemah 5 poin dibanding awal pekan ini di level Rp12.116 per USD.
Sementara posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada hari ini berada di level Rp12.122 per USD atau terdepresiasi 12 poin dibanding penutupan kemarin di level Rp12.110 per USD.
Head of Research & Analysis BNI Nurul Eti Nurbaeti mengatakan, tekanan terhadap rupiah dipicu masih tingginya permintaah mata uang dometik oleh korporasi di tengah penjagaan dari Bank Indonesia (BI).
"Masih tingginya permintaan dolar oleh lokal korporasi turut menekan pergerakan nilai tukar rupiah," kata dia, Selasa (21/1/2014).
Sementara menguatnya IHSG sore ini dan lelang Surat Utang Negara (SUN) senilai Rp10 triliun yang digelar pemerintah hari ini tidak begitu memberi dampak positif bagi pergerakan mata uang domestik.
Adapun, IHSG sore ini berhasil bertahan berhasil menembus level 4.450 didukung aksi beli asing. IHSG melonjak 20,93 poin atau 0,47 persen ke level 4.452,50.
Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp4,60 triliun dengan 4,77 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing mencapai Rp53,15 miliar. Tercatat sebanyak 202 saham naik, 109 saham melemah dan 83 saham stagnan.
(rna)