Freeport gelontorkan USD100 juta untuk Papua per tahun

Rabu, 22 Januari 2014 - 18:42 WIB
Freeport gelontorkan...
Freeport gelontorkan USD100 juta untuk Papua per tahun
A A A
Sindonews.com - PT Freeport Indonesia, pengelola tambang grasberg di Papua mengalokasikan dana pengembangan rakyat Papua sebesar USD100 juta per tahun. Alokasi dana tersebut di ambil sebesar 1 persen dari penerimaan kotor perusahaan.

Direktur Freport Indonesia Rozik Sutjipto menuturkan, bahwa perusahaan tidak semata-mata hanya mementingkan keuntungan bisnis tapi juga menerapkan tanggung jawab sosial kepada masyarakat sekitar wilayah pertambangan. Dana tersebut dikelola oleh satu badan yakni, perusahaan, wakil suku di sekitar wilayah pertambangan, gereja dan pemerintah daerah.

"Jumlah ini diambil dari persentase sebesar 1 persen dari gross revenue. Terdapat tujuh suku sekitar pertambangan atau sekitar 1.000 orang jadi tanggung jawab kami," kata dia dalam acara Investor Forum, di Jakarta, Rabu (22/1/2014).

Selain itu, Freeport juga mengalokasikan dana pembinaan masyarakat juga dana kesehatan dan pendidikan dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi. Bahkan perusahaan tambang besar asal Amerika Serikat ini juga mengalokaskan dana perwalian kepada dua suku yakni, Komoro dan Amungme yang memiliki hak ulayat.

"Kami juga memberi kesempatan siswa di tingkat perguruan tinggi menempuh pendidikan di luar negeri di Australia dan Amerika serikat," ungkapnya.

Dia menjelaskan, dana tanggung jawab sosial ini di luar dari kewajibannya sebagai pemegang kontrak karya (KK). Menurutnya, dalam lima tahun terakhir hingga 2013, keuntungan Freeport mencapai USD13 miliar dengan dividen atau pembagian kepada pemerintah sebesar 59 persen dan 41 persen untuk pemegang saham. "Namun demikian dana ini diambil di luar dari kewajiban," pungkas Rozik.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Smelter Freeport di...
Smelter Freeport di Gresik Terbakar, Tim Gabungan Damkar Dikerahkan ke Lokasi
Smelter Manyar Jadi...
Smelter Manyar Jadi Titik Awal Integrasi Industri dan Lingkungan Hidup
Produksi Katoda Dimulai,...
Produksi Katoda Dimulai, Smelter PTFI Jadi Contoh Hilirisasi Pro-Rakyat
Tarif Impor AS Tak Guncang...
Tarif Impor AS Tak Guncang Smelter Nasional, Diversifikasi Ekspor Jadi Kunci Hilirisasi
PT Freeport Indonesia...
PT Freeport Indonesia Raih Pengakuan Global Esri untuk Inovasi dan Dampak Keberlanjutan
PTFI Perkuat Fondasi...
PTFI Perkuat Fondasi Ekonomi Papua Tengah, Dorong Pertumbuhan Berkelanjutan lewat Investasi Jangka Panjang
Berita Terkini
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
19 menit yang lalu
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
10 jam yang lalu
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
10 jam yang lalu
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
11 jam yang lalu
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
11 jam yang lalu
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
12 jam yang lalu
Infografis
5 Buah Rendah Gula yang...
5 Buah Rendah Gula yang Aman untuk Diet, Tetap Manis dan Menyegarkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved