Indeks awal manufaktur China jatuh

Kamis, 23 Januari 2014 - 13:06 WIB
Indeks awal manufaktur...
Indeks awal manufaktur China jatuh
A A A
Sindonews.com - HSBC Holdings Plc dan Markit Economics melaporkan, indeks awal manufaktur China mengalami kontraksi untuk pertama kalinya dalam enam bulan. Hal ini menambah tekanan terhadap perekonomian terbesar kedua di dunia tersebut.

Pembacaan awal Indeks Pembelian Manajer (PMI) menunjukkan 49,6 poin untuk Januari 2014, di bawah angka pada akhir tahun lalu sebesar 50,5 poin. Di mana angka di atas 50 menunjukkan ekspansi dan di bawah kontraksi.

Saham Asia dan dolar Australia memperpanjang kerugian karena data menunjukkan permintaan domestik dan global melemah. Sementara Bank of America Corp memperingatkan, bahwa angka mungkin telah terdistorsi oleh liburan pekerja menjelang Tahun Baru Imlek. Perlambatan manufaktur akan menambah strain yang mencakup suku bunga tinggi dan risiko default pada produk investasi tinggi.

"Fokus kebijakan harus berpihak ke arah mendukung pertumbuhan," kata Qu Hongbin, kepala ekonom HSBC China di Hong Kong, seperti dilansir dari Bloomberg, Kamis (23/1/2014).

"Laporan hari ini berarti pelunakan momentum pertumbuhan untuk sektor manufaktur telah membebani pertumbuhan lapangan kerja," tambahnya.

Hu Yifan, kepala ekonom Haitong International Securities Co di Hong Kong menyebut, pembacaan PMI benar-benar dramatis. "Meningkatnya biaya pendanaan menambah kesulitan dan PMI resmi juga akan menunjukkan lanjutan tren menurun," tandasnya.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ekonomi China Pulih,...
Ekonomi China Pulih, Tumbuh 4,9 Persen Kuartal III 2020
Krisis Ekonomi China...
Krisis Ekonomi China Pengaruhi Ekspor Impor Dalam Negeri
Gelombang Covid-19 Kembali...
Gelombang Covid-19 Kembali Hantam Ekonomi Tiongkok
Menteri Keuangan Waspadai...
Menteri Keuangan Waspadai Situasi Kontraksi Ekonomi China
Momen Unik saat Presiden...
Momen Unik saat Presiden Prabowo Bicara Bahasa Tiongkok di Beijing
China Rebound, Bidik...
China Rebound, Bidik Pertumbuhan Ekonomi di Atas 6%
Berita Terkini
Genera-Z Berbakti BCA...
Genera-Z Berbakti BCA Siapkan Mahasiswa Implementasikan Solusi bagi Desa Wisata
5 jam yang lalu
Kapal Tanker Kembali...
Kapal Tanker Kembali Diserang di Selat Hormuz, Harga Minyak Langsung Terbang
5 jam yang lalu
Pertamina Evaluasi Insiden...
Pertamina Evaluasi Insiden Mobil Tangki di Cianjur, Pasokan BBM Dipastikan Aman
6 jam yang lalu
Bertemu PM Modi, Prabowo...
Bertemu PM Modi, Prabowo Minta QRIS Segera Bisa Dipakai di India
6 jam yang lalu
Setelah 24 Tahun Vakum,...
Setelah 24 Tahun Vakum, Sumur LLA-5 PHE ONWJ Hasilkan Minyak 780 Barel per Hari
7 jam yang lalu
Pulihkan Harapan, Brantas...
Pulihkan Harapan, Brantas Abipraya Bersama PU Hadir dalam Penanganan Pascabencana di Sumatera
7 jam yang lalu
Infografis
Ini Kecanggihan Drone...
Ini Kecanggihan Drone MQ-9 Reaper AS, 11 Unit Telah Ditembak Jatuh Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved