Harga minyak di Asia turun akibat aksi ambil untung

Kamis, 23 Januari 2014 - 13:50 WIB
Harga minyak di Asia...
Harga minyak di Asia turun akibat aksi ambil untung
A A A
Sindonews.com - Harga minyak di perdagangan Asia hari ini turun, karena investor mengunci keuntungan setelah mereka mencapai tingkat tertinggi tahun ini pada perkiraan permintaan yang kuat.

Seperti dikutip dari AFP, Kamis (23/1/2014), para analis mengatakan, para pedagang akan mengawasi dengan cermat atas pertemuan Federal Reserve AS (The Fed) pekan depan untuk mengetahui lebih lanjut tentang rencana stimulus yang sangat besar bagi perekonomian terbesar di dunia.

Kontrak utama New York, West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Maret, turun 21 sen pada USD96,52 per barel pada sore hari setelah naik USD1,76 pada penutupan perdagangan kemarin.

Sementara, minyak mentah Brent untuk pengiriman Maret merosot 21 sen menjadi USD108,06 setelah naik USD1,54. Badan Energi Internasional dalam laporan bulanannya memproyeksikan permintaan minyak mentah akan tumbuh 1,3 juta barel per hari pada 2014 atau naik dari perkiraan sebelumnya 1,2 juta.

Konsumsi dipercepat pada akhir 2013 oleh negara maju yang dipimpin Amerika Serikat. Dana Moneter Internasional menaikkan perkiraan pertumbuhan global untuk pertama kalinya dalam hampir dua tahun, yang memprediksi ekspansi 3,7 persen pada 2014 atau naik dari perkiraan 3,6 persen dari sebelumnya. Ini tumbuh tiga persen tahun lalu.

Optimisnya outlook didorong oleh pemulihan yang kuat di Amerika Serikat. Sementara negara-negara lain menjauh dari langkah-langkah penghematan. Federal Reserve AS pada bulan lalu mengatakan akan memotong skema obligasi sebesar USD10 miliar per bulan sampai USD75 miliar pada Januari.

"Pasar akan mengawasi hasil dari pertemuan Fed pekan depan, terutama jika pembelian obligasi harus dikurangi," kata Sanjeev Gupta, kepala praktek minyak dan gas Asia-Pasifik di perusahaan konsultan Ernst & Young, kepada AFP .

David Lennox, analis sumber daya di Fat Prophets di Sydney mengatakan, ini adalah tanda ekonomi AS yang lebih kuat yang seharusnya menjadi kabar baik bagi seluruh dunia.

"Fakta bahwa mereka mungkin mempertimbangkan lebih lanjut menunjukkan bahwa AS semakin kuat. Pada gilirannya, akan bergerak dan dapat mulai memberikan kepercayaan pasar," ujar Lennox.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Stok Seret Bikin Harga...
Stok Seret Bikin Harga Minyak Mentah Dunia Terkerek Naik
Amerika Buka Pembatasan,...
Amerika Buka Pembatasan, Harga Minyak Akan Terus Naik
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Dunia Melayang Dekati Posisi USD70 Per Barel
Harga Minyak Ambrol...
Harga Minyak Ambrol 9% dalam Sepekan, Minggu Depan Gimana?
OPEC Bakal Jaga Harga...
OPEC Bakal Jaga Harga Minyak Mentah Dunia di Posisi USD70 per Barel
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Turun Saat Badai Musim Dingin Bekukan Kilang AS
Berita Terkini
Impor Energidari 41...
Impor Energidari 41 Negara, India Tak Mampu Tolak Minyak Rusia:Kami Cari yang Paling Murah!
27 menit yang lalu
Bos IMF Peringatkan...
Bos IMF Peringatkan Dunia Tak Akan Pernah Normal Lagi: Bersiap Hadapi Gelombang Krisis Baru
47 menit yang lalu
Borong Penghargaan HR...
Borong Penghargaan HR Asia 2026, Pegadaian Buktikan Diri Jadi Tempat Kerja Terbaik di Asia!
9 jam yang lalu
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
9 jam yang lalu
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
10 jam yang lalu
BKI dan ASDP Perkuat...
BKI dan ASDP Perkuat Sinergi Keselamatan Kerja Melalui Audit SMK3
10 jam yang lalu
Infografis
Jadi Buah Terbaik di...
Jadi Buah Terbaik di Asia Tenggara, Ini 7 Manfaat Manggis untuk Kesehatan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved