Emas global naik dari posisi terendah dalam 2 pekan
Kamis, 23 Januari 2014 - 20:06 WIB
Emas global naik dari posisi terendah dalam 2 pekan
A
A
A
Sindonews.com - Harga emas di perdagangan berjangka hari ini naik dari harga terendah dalam hampir dua pekan, karena investor menimbang tanda-tanda permintaan fisik yang kuat di China dan perkiraan Federal Reserve AS (Fed) akan mengurangi stimulus.
Seperti diketahui, para pembuat kebijakan Fed mengatakan, mereka akan memotong pembelian obligasi USD85 miliar per bulan USD10 miliar sampai USD75 miliar. Hal ini memberikan tekanan terhadap emas sebagai aset aman.
Bullion turun 28 persen pada tahun lalu, terbesar sejak 1981, karena beberapa investor kehilangan kepercayaan terhadap logam sebagai penyimpan nilai.
Dilansir dari Economic Times, Kamis (23/1/2014), emas naik 0,7 persen menjadi USD1,246.18 per ons. Sebelumnya, harga turun menjadi USD1,231.85 per ons, terendah sejak 10 Januari lalu. Sementara perak naik 1,6 persen menjadi USD20,11 per ons.
China, yang mungkin menyusul India sebagai konsumen emas terbesar pada tahun lalu, volume untuk acuan kontrak di Shanghai Gold Exchange paling tinggi sejak 6 Januari, ketika mencapai tingkat teratas dalam delapan bulan.
Menurut data World Gold Council, China saat ini merupakan negara pemegang emas terbesar kelima di dunia.
Seperti diketahui, para pembuat kebijakan Fed mengatakan, mereka akan memotong pembelian obligasi USD85 miliar per bulan USD10 miliar sampai USD75 miliar. Hal ini memberikan tekanan terhadap emas sebagai aset aman.
Bullion turun 28 persen pada tahun lalu, terbesar sejak 1981, karena beberapa investor kehilangan kepercayaan terhadap logam sebagai penyimpan nilai.
Dilansir dari Economic Times, Kamis (23/1/2014), emas naik 0,7 persen menjadi USD1,246.18 per ons. Sebelumnya, harga turun menjadi USD1,231.85 per ons, terendah sejak 10 Januari lalu. Sementara perak naik 1,6 persen menjadi USD20,11 per ons.
China, yang mungkin menyusul India sebagai konsumen emas terbesar pada tahun lalu, volume untuk acuan kontrak di Shanghai Gold Exchange paling tinggi sejak 6 Januari, ketika mencapai tingkat teratas dalam delapan bulan.
Menurut data World Gold Council, China saat ini merupakan negara pemegang emas terbesar kelima di dunia.
(dmd)
Lihat Juga :