ECB dan bank sentral utama kurangi pasokan likuiditas USD

Jum'at, 24 Januari 2014 - 20:29 WIB
ECB dan bank sentral...
ECB dan bank sentral utama kurangi pasokan likuiditas USD
A A A
Sindonews.com - Bank Sentral Eropa (ECB) dan bank sentral utama lainnya mengatakan, akan menarik kembali pasokan darurat dolar AS (USD) untuk perbankan, seiring kondisi ekonomi dan keuangan yang membaik.

ECB, Bank of England (BoE), Bank of Japan (BoJ) dan Swiss National Bank telah memutuskan untuk mengurangi secara bertahap penawaran likuiditas USD mereka.

Selama krisis keuangan, perbankan terkadang dipaksa menggunakan bank sentral untuk meminjam USD di saat akses dana mengering.

Namun, dalam beberapa bulan terakhir semakin sedikit bank memanfaatkan fasilitas di tengah tanda-tanda bahwa krisis telah memudar dan ekonomi secara bertahap pulih.

"Mengingat peningkatan yang cukup besar dalam kondisi pendanaan USD dan rendahnya permintaan ketersediaan operasi likuiditas USD, bank sentral secara bertahap akan mengurangi penyediaan operasi penawaran likuiditas mereka," kata ECB, seperti dilansir dari AFP, Jumat (24/1/2013) .

ECB mengungkapkan, bersama bank sentral lain akan terus melakukan operasi USD pada tiga bulan jatuh tempo sampai dengan 30 April. Operasi USD satu pekan akan dilanjutkan setidaknya sampai 31 Juli mendatang.

"ECB pada waktunya akan menilai kebutuhan satu minggu operasi USD melewati 31 Juli," tandas bank sentral.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Waspada Gejolak Ekonomi...
Waspada Gejolak Ekonomi Dunia
PBB Prediksi Ekonomi...
PBB Prediksi Ekonomi Dunia Stagnan di 2,8 Persen pada 2025
Utang Luar Negeri IndonesiaNomor...
Utang Luar Negeri IndonesiaNomor 7 Terbesar di Dunia
Ekonomi China Pulih,...
Ekonomi China Pulih, Tumbuh 4,9 Persen Kuartal III 2020
Seram! Ketua OJK Beberkan...
Seram! Ketua OJK Beberkan Ancaman Ekonomi Dunia Tahun Depan
Prabowo: Ekonomi Indonesia...
Prabowo: Ekonomi Indonesia Diramal Masuk 5 Besar di Dunia
Berita Terkini
Menkeu Purbaya Tegaskan...
Menkeu Purbaya Tegaskan Fiskal Bukan Tumbal Agar Ekonomi RI Tumbuh Cepat
18 menit yang lalu
Bunga Mulai 1,75%! BRI...
Bunga Mulai 1,75%! BRI KPR Hadirkan Solusi Paling Ringan untuk Miliki Rumah Impian
42 menit yang lalu
Danantara Bantah Isu...
Danantara Bantah Isu Pemilik Tabungan Rp3 Miliar Wajib Beli Patriot Bond
48 menit yang lalu
Pertamina Akselerasi...
Pertamina Akselerasi Transisi Energi Melalui Program Dekarbonisasi dan Bisnis Rendah Karbon
1 jam yang lalu
IFG Life Beri Proteksi...
IFG Life Beri Proteksi 10 Ribu Pelari di Ajang Yellow Run 2026
1 jam yang lalu
Klarifikasi Purbaya...
Klarifikasi Purbaya soal Isu Mundur: Sebagian Informasinya Betul, Sebagian Salah
1 jam yang lalu
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved