IBF akan tingkatkan aset menjadi Rp3 T
Selasa, 28 Januari 2014 - 18:18 WIB
IBF akan tingkatkan aset menjadi Rp3 T
A
A
A
Sindonews.com - Perusahaan pembiayaan alat berat PT Intan Baruprana Finance (IBF) berharap pada tahun ini dapat meningkatkan aset menjadi Rp3 triliun dari tahun lalu sebesar Rp2,3 triliun. Sehingga perseroan membutuhkan pendanaan Rp1 triliun untuk mendukung pertumbuhan hingga Rp700 miliar.
Pihaknya mempersiapkan komposisi merata untuk sumber pendanaan baik dari pasar modal ataupun perbankan. "Setelah MTN ini kami masih membutuhkan Rp700 miliar lagi. Sangat terbuka kemungkinan untuk mengeluarkan obligasi atau sumber pendanaan syariah lainnya," ujar Deputi Presiden Direktur IBF, Hartono Jap, Selasa (28/1/2014).
Saat ini, perseroan menjalin kerja sama hingga 18 bank yang memberikan pinjaman untuk pembiayaan. Perbankan memberikan kontribusi 80 persen dalam pembiayaan, sisanya dari modal perseroan. Bahkan saat ini terdapat tiga bank lokal dan asing yang menawarkan pinjaman.
"Pinjaman perbankan sifatnya revolving sehingga dapat diputar terus untuk pembiayaan berikutnya," kata dia.
Direktur BNI Securities, Daniel Nainggolan mengatakan, pihaknya menjadi arranger penerbitan ini demi meningkatkan bisnis penjaminan emisi 2014. Dengan konsep BNI Incorporated, pihaknya akan mengembangkan jasa layanan bagi nasabah loyal Bank BNI sebagai induk usahanya.
"Ini hanya awal. Ke depan akan lebih banyak lagi kerja sama dengan nasabah BNI kami. Seperti dengan Intraco yang merupakan nasabah potensial kami dengan pengalaman dan captive marketnya," tuturnya.
Pihaknya mempersiapkan komposisi merata untuk sumber pendanaan baik dari pasar modal ataupun perbankan. "Setelah MTN ini kami masih membutuhkan Rp700 miliar lagi. Sangat terbuka kemungkinan untuk mengeluarkan obligasi atau sumber pendanaan syariah lainnya," ujar Deputi Presiden Direktur IBF, Hartono Jap, Selasa (28/1/2014).
Saat ini, perseroan menjalin kerja sama hingga 18 bank yang memberikan pinjaman untuk pembiayaan. Perbankan memberikan kontribusi 80 persen dalam pembiayaan, sisanya dari modal perseroan. Bahkan saat ini terdapat tiga bank lokal dan asing yang menawarkan pinjaman.
"Pinjaman perbankan sifatnya revolving sehingga dapat diputar terus untuk pembiayaan berikutnya," kata dia.
Direktur BNI Securities, Daniel Nainggolan mengatakan, pihaknya menjadi arranger penerbitan ini demi meningkatkan bisnis penjaminan emisi 2014. Dengan konsep BNI Incorporated, pihaknya akan mengembangkan jasa layanan bagi nasabah loyal Bank BNI sebagai induk usahanya.
"Ini hanya awal. Ke depan akan lebih banyak lagi kerja sama dengan nasabah BNI kami. Seperti dengan Intraco yang merupakan nasabah potensial kami dengan pengalaman dan captive marketnya," tuturnya.
(izz)
Lihat Juga :