BEI: Pemilu 2014 membawa berkah bagi pasar modal
Kamis, 30 Januari 2014 - 13:33 WIB
BEI: Pemilu 2014 membawa berkah bagi pasar modal
A
A
A
Sindonews.com - Di tengah kekhawatiran yang muncul jelang pelaksanaan Pemilihan Umum (pemilu) 2014, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Ito Warsito justru punya pandangan berbeda.
Menurutnya, dengan adanya perhelatan akbar tersebut, justru akan memberi dampak positif bagi pasar modal tanah air. "Kekhawatiran tersebut merupakan hal yang wajar. Namun, fundamental ekonomi lebih penting dan memengaruhi pergerakan pasar keuangan. Jangan takut tahun pemilu, karena membawa berkah," kata Ito di Hotel Darmawangsa, Jakarta, Kamis (30/1/2014).
Jika dilihat secara historikal, lanjut dia, pelaksanaan pemilu telah memberi imbas positif bagi pasar modal. Misalnya pada Pemilu 2004, pasar saham di Indonesia tumbuh sebesar 44,5 persen.
Menurutnya, peningkatan tersebut juga terjadi pada 2009 yang mencapai 86,96 persen. "Tahun ini pasti tumbuh, walaupun tingginya tidak mungkin setinggi pemilu lalu. Karena mulainya sudah tinggi," imbuhnya.
Dengan fundamental yang baik serta lajunya secara historikal yang menunjukkan tren positif, dia menegaskan agar para investor dan calon investor tidak menunda waktu dalam melakukan investasi.
Dia menegaskan bahwa semakin cepat, maka semakin baik. Sehingga keuntungan yang diperoleh dapat cepat dirasakan. "Investasi saham itu jangan menunggu besok, sebaiknya hari ini," pungkasnya.
Menurutnya, dengan adanya perhelatan akbar tersebut, justru akan memberi dampak positif bagi pasar modal tanah air. "Kekhawatiran tersebut merupakan hal yang wajar. Namun, fundamental ekonomi lebih penting dan memengaruhi pergerakan pasar keuangan. Jangan takut tahun pemilu, karena membawa berkah," kata Ito di Hotel Darmawangsa, Jakarta, Kamis (30/1/2014).
Jika dilihat secara historikal, lanjut dia, pelaksanaan pemilu telah memberi imbas positif bagi pasar modal. Misalnya pada Pemilu 2004, pasar saham di Indonesia tumbuh sebesar 44,5 persen.
Menurutnya, peningkatan tersebut juga terjadi pada 2009 yang mencapai 86,96 persen. "Tahun ini pasti tumbuh, walaupun tingginya tidak mungkin setinggi pemilu lalu. Karena mulainya sudah tinggi," imbuhnya.
Dengan fundamental yang baik serta lajunya secara historikal yang menunjukkan tren positif, dia menegaskan agar para investor dan calon investor tidak menunda waktu dalam melakukan investasi.
Dia menegaskan bahwa semakin cepat, maka semakin baik. Sehingga keuntungan yang diperoleh dapat cepat dirasakan. "Investasi saham itu jangan menunggu besok, sebaiknya hari ini," pungkasnya.
(izz)
Lihat Juga :