Harga minyak dunia kurang bergairah

Kamis, 30 Januari 2014 - 21:02 WIB
Harga minyak dunia kurang...
Harga minyak dunia kurang bergairah
A A A
Sindonews.com - Harga minyak di perdagangan global hari ini cenderung stagnan. Transaksi di New York tercatat naik sedikit dan perdagangan di London tidak berubah setelah Federal Reserve AS memutuskan mulai mengurangi paket stimulus pada 1 Februari 2014.

Kontrak utama New York, minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Maret, naik 28 sen menjadi USD97,64 per barel. Sementara minyak mentah Brent North Sea untuk Maret, bertahan di angka 107,85 per barel dalam transaksi di London, tidak berubah dari tingkat penutupan Rabu.

Kinerja campuran harga minyak terjadi di tengah kekhawatiran baru terhadap negara-negara berkembang setelah Bank Sentral AS (Fed) menurunkan langkah pelonggaran di ekonomi terbesar dunia tersebut.

The Fed mengatakan akan mengurangi program pembelian obligasi besar-besaran sebesar USD10 miliar sampai USD65 miliar per bulan mengutip kenaikan perekonomian AS.

Dilansir dari AFP, Kamis (30/1/2014), David Lennox, analis sumber daya Fat Prophets mengatakan, tapering off yang dilakukan AS merupakan refleksi ekonomi yang dinilai Fed tumbuh pada tingkat lebih baik dari ekspektasi.

Di sisi lain, pengurangan stimulus menciptakan tekanan ke bawah pada harga dalam jangka pendek, namun menjadi pertanda baik dalam jangka panjang untuk permintaan minyak mentah.

Pemotongan paket stimulus yang direncanakan sejak Desember lalu itu memicu kekhawatiran arus modal besar di pasar negara berkembang, yang telah memperoleh manfaat dari kebijakan Fed, ditarik kembali ke luar negeri.

Indikasi melemahnya permintaan dari Amerika Serikat dan China juga membebani harga minyak. Sektor manufaktur China mengalami kontraksi untuk pertama kalinya dalam enam bulan pada Januari, yang dirilis raksasa perbankan Inggris, HSBC, memunculkan pertanyaan besar terhadap prospek pertumbuhan ekonomi terbesar kedua di dunia tersebut.

Di Amerika Serikat, laporan Administrasi Informasi Energi (EIA) mingguan menunjukkan stok minyak mentah naik 6,4 juta barel dalam pekan yang berakhir 24 Januari 2014, melebihi perkiraan analis. Di mana kenaikan stok menunjukkan permintaan lemah dan menekan harga ke bawah.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Stok Seret Bikin Harga...
Stok Seret Bikin Harga Minyak Mentah Dunia Terkerek Naik
Amerika Buka Pembatasan,...
Amerika Buka Pembatasan, Harga Minyak Akan Terus Naik
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Dunia Melayang Dekati Posisi USD70 Per Barel
Harga Minyak Ambrol...
Harga Minyak Ambrol 9% dalam Sepekan, Minggu Depan Gimana?
OPEC Bakal Jaga Harga...
OPEC Bakal Jaga Harga Minyak Mentah Dunia di Posisi USD70 per Barel
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Turun Saat Badai Musim Dingin Bekukan Kilang AS
Berita Terkini
Potensi Tokenisasi Aset...
Potensi Tokenisasi Aset Capai USD2 Triliun di 2030, Keamanan Investor Jadi Kunci
8 menit yang lalu
Airlangga Sangkal PFII...
Airlangga Sangkal PFII Jadi Surga Pencucian Uang: Bukan untuk Dana-dana Gelap
28 menit yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Bangun Budaya Sadar Bencana di Lingkungan Sekolah
1 jam yang lalu
Danantara Buka Pendaftaran...
Danantara Buka Pendaftaran Lenders Panel untuk Pembiayaan PSEL
1 jam yang lalu
Kepercayaan Konsumen...
Kepercayaan Konsumen Antarkan KARA Raih Empat Penghargaan IOB Award 2026
1 jam yang lalu
Kredit Perbankan Juni...
Kredit Perbankan Juni 2026 Tumbuh 12,67%, BI Optimistis Capai Target Tahun Ini
1 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved