BLTA berharap suspensi sahamnya dicabut

Jum'at, 31 Januari 2014 - 15:03 WIB
BLTA berharap suspensi...
BLTA berharap suspensi sahamnya dicabut
A A A
Sindonews.com - Emiten Pelayaran, PT Berlian Laju Tanker Tbk (BLTA) menyampaikan bahwa pihaknya tengah serius mengusahakan agar sahamnya tetap tercatat dan bisa diperdagangkan kembali di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Saham BLTA hingga saat ini masih disuspensi di seluruh pasar sejak bulan Januari 2-13. Direktur Keuangan BLTA Kevin Wong mengaku, selain masih dalam keadaan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU), perseroan juga belum menyerahkan laporan keuangan kuartalan 2013. Itu menyebabkan saham BLTA terbelanggu suspensi Bursa selama setahun lebih.

"Memang sudah cukup lama saham kami disuspensi oleh Bursa. Hal itu karena masalah PKPU dan manajemen juga belum menyerahkan laporan keuangan kuartalan 2013. Namun, kami akan terus berusaha untuk memenuhi tanggung jawab kami sebagai perusahaan terbuka (Tbk),
sehingga saham BLTA bisa kembali diperdagangkan di Bursa," kata Kevin di Jakarta, Kamis (30/1/2014).

Kevin mengungkapkan, pencabutan suspensi atas saham BLTA tersebut sangat tergantung oleh Otoritas BEI. Karena itu, perseroan akan berusaha memenuhi ketentuan, sehingga pihak Otoritas bisa mempertimbangkan mencabut suspensi saham BLTA.

"Langkah yang akan kami lakukan saat ini adalah segera mungkin menyetorkan laporan kuartalan. Kami targetkan, sebelum akhir bulan Maret akan menyerahkan laporan kami ke pihak Otoritas," ujar dia.

Langkah berikutnya, manajemen akan menggelar rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) 2013 yang belum perseroan laksanakan hingga saat ini. Kemudian, BLTA juga akan berusahan menyelesaikan PKPU-nya.

"Hari ini (kemarin) kami sudah lakukan publik exspose tahun 2011, 2012, dan insedentil. Manajemen juga akan kejar laporan keuangan kuartalan dan segera gelar RUPST. Setelah itu, ke depannya kami akan berusaha untuk memenuhi ketentuan-ketentuan itu tepat waktu. Dengan demikian, kami berharap Otoritas bisa mempertimbangkan untuk mencabut suspensi atas saham BLTA," ungkap dia.

Menurut salah satu pelaku pasar, Teguh, BLTA yang berdiri sejak 1981 dan mulai tercatat di bursa sejak 1991 tersebut merupakan perusahan yang rajin membagi dividen hingga tahun buku 2008. Namun, mulai 2009, kinerjanya defisit lantaran banyak masalah yang dihadapinya.

Menurut dia, perusahaan tersebut sedang dalam masalah keuangan, sehingga menyebabkan mereka tidak mampu membayar utang obligasinya. Perusahaan dan kreditornya sedang menyelesaikan masalah tersebut. Sementara itu, kelanjutan proses hukum niaga perusahaan masih terjadi di beberapa negara.

"Ditambah perusahaan belum melaporkan laporan keuangan kuartal, alhasil saham ini disuspensi oleh BEI cukup lama," jelas dia.

Teguh mengimbau, para investor harus belajar dari kejadian yang dialami oleh BLTA serta berhati-hati dengan perusahaan yang mempunyai rasio utang tinggi. Apalagi bila utang tersebut dalam mata uang asing.

"Karena, pengaruh gejolak kurs singkat bisa mengganggu struktur keuangan perusahaan yang rapuh," pungkas dia.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
PT GRP Tbk Jadi Pelanggan...
PT GRP Tbk Jadi Pelanggan Terbesar PLN
Dipolisikan, PT Darmi...
Dipolisikan, PT Darmi Bersaudara Tbk Nilai Ada Upaya Kriminalisasi
Beri Cek Kosong, Dirut...
Beri Cek Kosong, Dirut PT Darmi Bersaudara Tbk Dipolisikan
Pemkab Terima Bantuan...
Pemkab Terima Bantuan Tabung Oksigen dari PT Timah Tbk
MNC Land Ganti Nama...
MNC Land Ganti Nama Jadi PT MNC Tourism Indonesia Tbk
PT MNC Vision Networks...
PT MNC Vision Networks Tbk Catat Laba Bersih Rp101,3 Miliar
Berita Terkini
OPEC+ Sepakat Tambah...
OPEC+ Sepakat Tambah Produksi Mulai Agustus, Harga Minyak Drop Lebih 1%
1 jam yang lalu
Pemerintah Perkuat Perdagangan...
Pemerintah Perkuat Perdagangan Karbon Kehutanan demi Tingkatkan Kepercayaan Pasar
2 jam yang lalu
Pertamina Regional Jawa...
Pertamina Regional Jawa Rampungkan Restorasi Mangrove Pantai Utara Jawa
2 jam yang lalu
Tunggu Penerbitan PP,...
Tunggu Penerbitan PP, Pemerintah Godok Aturan Enam KEK Baru
2 jam yang lalu
Di Bawah Naungan Danantara,...
Di Bawah Naungan Danantara, Pegadaian Siap Akselerasi Ekosistem Bank Emas ke Kancah Internasional
3 jam yang lalu
JPMorgan Peringatkan...
JPMorgan Peringatkan Risiko Baru MicroStrategy
3 jam yang lalu
Infografis
Israel Berharap Temukan...
Israel Berharap Temukan Jasad Legenda Mossad Eli Cohen di Suriah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved