Kemendag curigai tiga importir beras Vietnam

Jum'at, 31 Januari 2014 - 18:24 WIB
Kemendag curigai tiga...
Kemendag curigai tiga importir beras Vietnam
A A A
Sindonews.com - Direktur Jendral (Dirjen) Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag), Bachrul Chairi menerangkan, saat ini pihaknya telah melakukan pengerucutan terhadap 165 importir beras yang diduga melanggar izin impor terkait isu masuknya beras ilegal asal Vietnam.

"Kita sudah mengerucutkan. Dari 165 importir itu sekarang mengerucut jadi tiga. Yang dua itu kemungkinan salah pemahaman, sementara yang satu kemungkinan izinnya dipakai pihak lain. Tapi tiga ini belum final, kemungkinan bisa nambah jadi empat atau lima," terang dia di Gedung Kementerian Perdagangan, Jumat (31/1/2014).

Namun demikian, dirinya menjelaskan, pihaknya masih mendalami kondisi real di lapangan sebelum dapat mengambil tindakan lebih lanjut terhadap para importir tersebut.

"Beras ini bisa jadi bukan beras medium, ya yang namanya persaingan harganya bisa jadi lebih kompetitif. Ini yang kita beli dan kita bawa ke lab untuk diperiksa. Kalau ada penyelewengan nanti pasti ada hukumannya," terang dia.

Terkait sanksi, lanjut Bachrul , pihaknya akan langsung menindak para importir bila memang terbukti melakukan penyelewengan dengan mencabut perizinannya.

"Akan kita cabut izin perdagangannya. Masalah hukum bila mungkin memang nantinya ada, akan kita serahkan ke yang berwenang. Kalau dari kementerian hanya sebatas administratif saja. Tapi ini juga masih kita dalami, kemungkinan juga yang melapor ini salah juga," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa meminta semua importir beras yang mendapatkan izin impor beras asal Vietnam di 2013 diperiksa. “Ya semuanya harus dipanggil dan diperiksa,” ujarnya di Kementerian Perekonomian, Jakarta, kemarin.

Dia mengaku telah mengintruksikan Menteri Pertanian dan Dirjen Bea Cukai untuk melakukan pengecekan dan penyelidikan terkait temuan beredarnya beras asal Vietnam di Pasar Induk Cipinang, Jakarta Timur.

“Saya minta selidiki dan tuntaskan, jangan sampai ada pihak-pihak yang bermain. Izin untuk beras premium tapi isinya beras medium,” ujarnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Hari Anak Nasional,...
Hari Anak Nasional, Jasa Raharja Ajak Generasi Muda Jadi Pelopor Keselamatan
2 jam yang lalu
Gonjang-ganjing Sektor...
Gonjang-ganjing Sektor Energi, Singapura Rombak Kabinet Besar-besaran
3 jam yang lalu
Di Balik Penghargaan...
Di Balik Penghargaan CCEPC Indonesia, Gao Hai Komitmen Bangun Kemitraan Jangka Panjang
3 jam yang lalu
Pertamina Trans Kontinental...
Pertamina Trans Kontinental Ajak Siswa Lestarikan Ekosistem Laut
3 jam yang lalu
PLN EPI Tawarkan Kontrak...
PLN EPI Tawarkan Kontrak hingga 5 Tahun untuk Pemasok Biomassa
4 jam yang lalu
Ancaman Blokade Laut...
Ancaman Blokade Laut Merah, Asia Nego Arab Saudi Alihkan Rute Tanker Minyak ke Afrika
4 jam yang lalu
Infografis
Atasi Banjir Jakarta,...
Atasi Banjir Jakarta, Pramono Instruksikan Normalisasi Tiga Sungai
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved