BSN akan wajibkan produk cermin kaca ber-SNI

Sabtu, 01 Februari 2014 - 12:49 WIB
BSN akan wajibkan produk...
BSN akan wajibkan produk cermin kaca ber-SNI
A A A
Sindonews.com - Badan Standardisasi Nasional (BSN) tengah menotifikasikan draft regulasi teknis yang diusulkan Kementerian Perindustrian tentang rencana pemberlakuan wajib SNI (Standar Nasional Indonesia) untuk cermin kaca lembaran berlapis perak yang biasa digunakan sebagai material bangunan.

"Pemberlakuan SNI secara wajib ini dilakukan guna melindungi keamanan dan keselamatan konsumen," kata Kepala BSN, Bambang Prasetya dalam sıaran persnya, Sabtu (1/2/2014).

Menurut Bambang, SNI ISO 25537:2011 kaca untuk bangunan; Cermin kaca lembaran berlapis perak ini merupakan hasil adopsi identik dengan metode terjemahan dari ISO 25537:2008 Glass in building; Silvered, flat glass mirror. Dalam penyusunannya, SNI ini mengikuti ketentuan yang diberikan dalam Pedoman Standardisasi Nasional PSN 03.1, Adopsi Standar Internasional dan Publikasi Internasional lainnya Bagian 1: Adopsi Standar Internasional menjadi SNI.

Dia menjelaskan, SNI ini juga disusun sesuai dengan ketentuan yang diberikan dalam Pedoman Standardisasi Nasional (PSN) 08:2007 Penulisan SNI.

Dalam SNI tersebut ditetapkan prosedur uji untuk menilai daya tahan cermin dengan mengukur kemampuan menahan korosi dan daya rekat cat pelindung. Dua uji yang diuraikan didefinisikan dalam Standar Internasional lainnya ISO 9227 dan ISO 2409. SNI ini juga menetapkan dua uji tambahan, uji air kondensasi dan uji perendaman.

SNI menetapkan persyaratan minimum mengenai reflektansi, seperti halnya cacat lapisan perak pemantul, cacat tepi dan cacat lapisan pelindung dan mutu sifat optik. Mutu cermin berlapis perak dapat dipengaruhi oleh cacat-cacat yang mengubah penampakan bayangan objek yang dipantulkan. Perubahan bayangan dapat dihasilkan dari cacat sifat optik, cacat dalam kaca dan cacat dalam lapisan pemantul.

Jika regulasi teknis yang sedang dinotifikasikan ke WTO tersebut, dapat disetujui oleh anggota WTO dan pemberlakuannya bisa dilaksanakan secara efektif, maka semua kaca cermin perak di dalam negeri maupun yang diimpor, didistribusikan serta dipasarkan di dalam negeri harus memenuhi persyaratan SNI. Ini berarti, tak lama lagi produsen yang memproduksi produk ini harus sesuai dengan persyaratan SNI yang dibuktikan melalui sertifikat dan tanda SNI serta wajib membubuhkan tanda SNI pada produknya.

"Sertifikat produk dan tanda SNI harus dikeluarkan oleh lembaga sertifikasi produk yang diakreditasi Komite Akreditasi Nasional (KAN)," pungkas Bambang.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Sulsel Kini Miliki Lembaga...
Sulsel Kini Miliki Lembaga Sertifikasi Organik Terakreditasi
Berkat SNI, Saus Lombok...
Berkat SNI, Saus Lombok Dua Jempol Tangguh saat Pandemi
BSN dan Unhas Lanjutkan...
BSN dan Unhas Lanjutkan Komitmen Pembinaan Standardisasi di Sulsel
Cegah Korupsi di Indonesia...
Cegah Korupsi di Indonesia Lewat SNI Sistem Manajemen Anti Penyuapan
Peruri Sabet Peringkat...
Peruri Sabet Peringkat Perak di Ajang SNI Award 2021
BSN dan Pakar Sebut...
BSN dan Pakar Sebut Air Galon Polikarbonat Aman Dikonsumsi
Berita Terkini
Danantara Buka Pendaftaran...
Danantara Buka Pendaftaran Lenders Panel untuk Pembiayaan PSEL
13 menit yang lalu
Kepercayaan Konsumen...
Kepercayaan Konsumen Antarkan KARA Raih Empat Penghargaan IOB Award 2026
14 menit yang lalu
Kredit Perbankan Juni...
Kredit Perbankan Juni 2026 Tumbuh 12,67%, BI Optimistis Capai Target Tahun Ini
27 menit yang lalu
Tips MotionTrade: Kenali...
Tips MotionTrade: Kenali Risiko Investasi Reksa Dana sebelum Mulai Berinvestasi
40 menit yang lalu
KAI Logistik Kelola...
KAI Logistik Kelola 8,7 Juta Ton Angkutan Barang di Semester I 2026
1 jam yang lalu
Transaksi BI-FAST Capai...
Transaksi BI-FAST Capai 1,53 Miliar di Triwulan II 2026, Nilainya Tembus Rp3.777 Triliun
1 jam yang lalu
Infografis
Prabowo akan Luncurkan...
Prabowo akan Luncurkan BLT untuk Guru Honorer pada 2 Mei
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved