SMGR bangun dua pabrik di kuartal I/2014
Rabu, 05 Februari 2014 - 09:43 WIB
SMGR bangun dua pabrik di kuartal I/2014
A
A
A
Sindonews.com - PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) menggenjot ekspansi di dalam dan luar negeri, dengan membangun pabrik maupun akuisisi perusahaan.
Dari dalam negeri, SMGR akan memulai pembangunan dua pabriknya di Rembang (Jawa Tengah) dan Padang (Sumatera Barat) pada kuartal I tahun ini. Pembangunan kedua pabrik semen ini ditaksir bakal menelan dana investasi sekitar Rp7,5 triliun.
"Rinciannya, untuk pabrik yang Rembang diperkirakan memerlukan dana investasi sekitar Rp4 triliun, sedangkan pabrik kami di Padang diperkirakan menelan dana sekitar Rp3,5 triliun," kata Direktur Utama SMGR Dwi Soetjipto dalam acara peluncuran buku berjudul 'Road to Semen Indonesia' di Balai Kartini, Jakarta, Selasa (4/2/2014) malam.
Di samping itu, SMGR memastikan diri siap menghadapi persaingan usaha di Asean Economic Community (AEC) 2015.
Dia menyebutkan, kesiapan perusahaan semen plat merah itu setidaknya tercermin dari kinerja perusahaan yang kian positif dan mulai berjalannya sejumlah ekspansi dan pengembangan usaha, baik di dalam dan luar negeri pada tahun ini.
Selain mengembangkan bisnis semennya di dalam negeri, SMGR juga terus menjajaki akuisisi perusahaan-perusahaan semen di kawasan Asean. Buktinya, SMGR berhasil mengakuisisi perusahaan semen asal Vietnam, Thang Long Cement (TLCC) yang memiliki kapasitas produksi 2,3 juta ton.
"TLCC ini menjadi andalan perseroan untuk menguasai pasar luar negeri," ujar Dwi.
Lebih lanjut Dwi menuturkan bahwa perseroan akan terus melakukan ekspansi bisnisnya untuk menghadapi AEC 2015. Ke depan, SMGR memiliki wacana untuk kembali membagun pabrik di Asia atau salah satunya Myanmar karena hal itu sangat perlu dilakukan guna menjangkau pasar yang lebih luas.
"Jika pabrik semen di Asia Tenggara dapat dikuasai, kami akan melanjutkan ke Bangladesh," ungkap Dwi.
Dwi menambahkan, dengan menyebar pembangunan pabrik di dalam dan luar negeri diharapkan bisa mengurangi biaya produksi perseroan nantinya. Hal ini juga merupakan salah satu strategi SMGR untuk mengembangkan pasarnya agar bertambah luas.
"Penyebaran pabrik semen baik di domestik dan di lokasi strategis Asean ini menandakan bahwa kami memang telah siap menghadapi AEC 2015," tutur Dwi.
Dari dalam negeri, SMGR akan memulai pembangunan dua pabriknya di Rembang (Jawa Tengah) dan Padang (Sumatera Barat) pada kuartal I tahun ini. Pembangunan kedua pabrik semen ini ditaksir bakal menelan dana investasi sekitar Rp7,5 triliun.
"Rinciannya, untuk pabrik yang Rembang diperkirakan memerlukan dana investasi sekitar Rp4 triliun, sedangkan pabrik kami di Padang diperkirakan menelan dana sekitar Rp3,5 triliun," kata Direktur Utama SMGR Dwi Soetjipto dalam acara peluncuran buku berjudul 'Road to Semen Indonesia' di Balai Kartini, Jakarta, Selasa (4/2/2014) malam.
Di samping itu, SMGR memastikan diri siap menghadapi persaingan usaha di Asean Economic Community (AEC) 2015.
Dia menyebutkan, kesiapan perusahaan semen plat merah itu setidaknya tercermin dari kinerja perusahaan yang kian positif dan mulai berjalannya sejumlah ekspansi dan pengembangan usaha, baik di dalam dan luar negeri pada tahun ini.
Selain mengembangkan bisnis semennya di dalam negeri, SMGR juga terus menjajaki akuisisi perusahaan-perusahaan semen di kawasan Asean. Buktinya, SMGR berhasil mengakuisisi perusahaan semen asal Vietnam, Thang Long Cement (TLCC) yang memiliki kapasitas produksi 2,3 juta ton.
"TLCC ini menjadi andalan perseroan untuk menguasai pasar luar negeri," ujar Dwi.
Lebih lanjut Dwi menuturkan bahwa perseroan akan terus melakukan ekspansi bisnisnya untuk menghadapi AEC 2015. Ke depan, SMGR memiliki wacana untuk kembali membagun pabrik di Asia atau salah satunya Myanmar karena hal itu sangat perlu dilakukan guna menjangkau pasar yang lebih luas.
"Jika pabrik semen di Asia Tenggara dapat dikuasai, kami akan melanjutkan ke Bangladesh," ungkap Dwi.
Dwi menambahkan, dengan menyebar pembangunan pabrik di dalam dan luar negeri diharapkan bisa mengurangi biaya produksi perseroan nantinya. Hal ini juga merupakan salah satu strategi SMGR untuk mengembangkan pasarnya agar bertambah luas.
"Penyebaran pabrik semen baik di domestik dan di lokasi strategis Asean ini menandakan bahwa kami memang telah siap menghadapi AEC 2015," tutur Dwi.
(rna)
Lihat Juga :