Dahlan tantang Dirut SMGR jadi pembicara hebat
Rabu, 05 Februari 2014 - 10:36 WIB
Dahlan tantang Dirut SMGR jadi pembicara hebat
A
A
A
Sindonews.com - Setelah sukses menerbitkan buku perdananya berjudul Road to Semen Indonesia, Direktur Utama PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) Dwi Soetjipto ditantang Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan agar menjadi pembicara hebat dalam waktu enam bulan ke depan.
"Dwi Soetjipto harus menjadi pembicara yang hebat karena mereka (CEO/Dirut), yang ada di seluruh dunia harus bisa menjadi pembelajar dan pembicara yang baik. Saya kasih waktu enam bulan ke depan ini, Dwi Soetjipto harus sudah bisa menjadi pembicara yang hebat," kata Dahlan di Balai Kartini Jakarta, Selasa (4/2/2014) malam.
Dahlan mengakui bahwa menjadi seorang CEO di perusahaan merupakan pekerjaan berat dan kompleks. Oleh karena itu, Dahlan juga meminta kepada semua direksi pada perusahaan-perusahaan BUMN Tanah Air harus pandai bermain "silat".
Dahlan menerangkan, kemampuan "silat" tersebut diperlukan seorang CEO BUMN manakala melawan tekanan dari berbagai pihak terutama anggota DPR.
"Bermain silat di sini bukan berarti silat secara fisik, akan tetapi setiap direksi BUMN memiliki strategi untuk dapat mengelak, pandai mengalihkan permintaan atau tekanan dari anggota DPR maupun pihak lainnya," tutur Dahlan.
Menurut Dahlan, Dwi Soetjipto merupakan salah satu Dirut BUMN di Indonesia yang memiliki kemampuan itu. "Saya ingin Dwi Soetjipto bisa mempertahankan kepandaiannya saat ini dalam bermain silat terutama dalam situasi saat ini," tegas Dahlan.
Dahlan menambahkan, direksi BUMN umumnya harus mempunyai sikap dan sifat adaptif. Dalam hal ini, mereka (direksi BUMN) bisa menyikapi dan mengelola keadaan, baik dalam kondisi konflik sekalipun, menjadi kekuatan untuk membangun Perusahaan.
"Kemudian, direksi BUMN juga harus mempunyai visi dan misi yang jelas serta senantiasa melakukan perubahan yang kontruktif dan progresif," pungkas Dahlan.
"Dwi Soetjipto harus menjadi pembicara yang hebat karena mereka (CEO/Dirut), yang ada di seluruh dunia harus bisa menjadi pembelajar dan pembicara yang baik. Saya kasih waktu enam bulan ke depan ini, Dwi Soetjipto harus sudah bisa menjadi pembicara yang hebat," kata Dahlan di Balai Kartini Jakarta, Selasa (4/2/2014) malam.
Dahlan mengakui bahwa menjadi seorang CEO di perusahaan merupakan pekerjaan berat dan kompleks. Oleh karena itu, Dahlan juga meminta kepada semua direksi pada perusahaan-perusahaan BUMN Tanah Air harus pandai bermain "silat".
Dahlan menerangkan, kemampuan "silat" tersebut diperlukan seorang CEO BUMN manakala melawan tekanan dari berbagai pihak terutama anggota DPR.
"Bermain silat di sini bukan berarti silat secara fisik, akan tetapi setiap direksi BUMN memiliki strategi untuk dapat mengelak, pandai mengalihkan permintaan atau tekanan dari anggota DPR maupun pihak lainnya," tutur Dahlan.
Menurut Dahlan, Dwi Soetjipto merupakan salah satu Dirut BUMN di Indonesia yang memiliki kemampuan itu. "Saya ingin Dwi Soetjipto bisa mempertahankan kepandaiannya saat ini dalam bermain silat terutama dalam situasi saat ini," tegas Dahlan.
Dahlan menambahkan, direksi BUMN umumnya harus mempunyai sikap dan sifat adaptif. Dalam hal ini, mereka (direksi BUMN) bisa menyikapi dan mengelola keadaan, baik dalam kondisi konflik sekalipun, menjadi kekuatan untuk membangun Perusahaan.
"Kemudian, direksi BUMN juga harus mempunyai visi dan misi yang jelas serta senantiasa melakukan perubahan yang kontruktif dan progresif," pungkas Dahlan.
(rna)
Lihat Juga :