Cuaca buruk kurangi kunjungan wisata Semarang 50%

Rabu, 05 Februari 2014 - 17:46 WIB
Cuaca buruk kurangi...
Cuaca buruk kurangi kunjungan wisata Semarang 50%
A A A
Sindonews.com - Curah hujan yang sampai saat ini masih terus tinggi, membuat tingkat kunjungan wisatawan di sejumlah objek wisata di Kota Semarang, mengalami penurunan drastis hingga mencapai lebih dari 50 persen dari hari-hari biasa. Akibat penurunan pengunjung yang sangat drastis ini, pendapatan pengelola obyek wisata pun turut berkurang.

Seperti yang terjadi di Kebun Binatang (Bonbin) Semarang misalnya. Di obyek wisata yang ada di ujung barat Kota Semarang atau tepatnya di perbatasan Kendal-Semarang ini tingkat kunjungannya turun sampai 70 persen. Penurunan drastis ini sudah terjadi sejak dua pekan terakhir atau selama cuaca buruk, hujan deras, dan banjir terjadi dimana-mana.

Kepala UPTD Bonbin Semarang Kusyanto mengatakan, pada hari-hari normal setiap hari Bonbin biasanya dikunjung sedikitnya 400-500 orang. Namun, selama kondisi cuaca kurang baik ini pengunjung hanya di kisaran 100 orang per harinya. Sementara di hari-hari libur seperti akhir pekan yang biasanya bisa mencapai 2.000 pengunjung kali ini tidak mampu menyerap lebih dari 500 pengunjung.

“Sangat berpengaruh sekali. Apalagi kondisi pantura yang macet semakin membuat warga masyarakat “malas” untuk pergi ke Bonbin. Kemarin saja, waktu Mangkang dan Kendal macet total, pengunjung bisa dihitung dengan jari,” katanya.

Kusyanto menambahkan, di Bonbin Semarang saat ini memiliki lebih dari 350 ekor Satwa, dengan tiket masuk hanya Rp5.000 per orang. “Tiket kita sangat murah, tapi memang di musim seperti ini kita juga tidak bisa berbuat banyak,” imbuhnya.

Penurunan tingkat kunjungan juga terjadi di wahana air Water Blaster Semarang. Pusat rekreasi dan hiburan yang terletak di Komplek Graha Candi Golf, Jangli Semarang ini selama musim penghujan ini tingkat kunjungannya juga turun sampai 50 persen.

GM Water Blaster Semarang Mei Banawi mengungkapkan, musim penghujan dengan intensitas yang cukup tinggi dan terjadi hampir setiap hari ini berpengaruh besar terhadap kunjungan.

“Biasanya tingkat kunjungan kita per hari pada kondisi normal antara 300-500 pengunjung, dan di akhir pekan bisa mencapai 1.000 pengunjung, namun selama musim hujan ini berkurang separuhnya,” ujarnya.

Mei menamabahkan, untuk terus meningkatkan jumlah kunjungan pihaknya menambahkan dua wanaha baru di Water Blaster yakni wahana koro-koro dan apotik hidup.

“Dengan tambahnya wahana baru ini sekarang water blaster memiliki 14 wahana di antaranya Flying Fox, Paint Ball, ATV, Bommber Boad, Futsal Air, Outbond Air, serta adanya fasilitas pendukung, seperti Gazebo, VIP Room, dan Locker,” katanya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Jadi Momok Wisatawan,...
Jadi Momok Wisatawan, Aturan Karantina Pariwisata Dihapus?
World Tourism Day 2020...
World Tourism Day 2020 Jadi Momentum Pengembangan Pariwisata di Pedesaan
Dongkrak Pariwisata,...
Dongkrak Pariwisata, Jabar Kembangkan 76 Objek Wisata Baru Berbasis Alam
Kehadiran Wahana Terbesar...
Kehadiran Wahana Terbesar Bakal Bangkitkan Pariwisata Bali
Dorong Pariwisata Indonesia...
Dorong Pariwisata Indonesia Makin Mendunia Lewat Konten YouTube
Federasi Pariwisata...
Federasi Pariwisata Sarbumusi Dukung Pemerintah Percepat Pemulihan Pariwisata
Berita Terkini
Purbaya Tepis Isu Mundur...
Purbaya Tepis Isu Mundur dari Kursi Menkeu di Tengah Kejatuhan Rupiah Rp18.039
1 menit yang lalu
IHSG Berakhir Longsor...
IHSG Berakhir Longsor 1,70% ke Posisi 5.839, Ada 651 Saham Berjatuhan
45 menit yang lalu
Harga Avtur Makin Mahal,...
Harga Avtur Makin Mahal, Maskapai Raksasa AS Mendadak Batalkan 6 Rute Penerbangan!
52 menit yang lalu
BI Respons Rupiah Tembus...
BI Respons Rupiah Tembus Rp18.000, Samakan Nasib dengan Tetangga RI
3 jam yang lalu
Pemerintah Pastikan...
Pemerintah Pastikan Harga MinyaKita Naik, Ini Sebabnya
3 jam yang lalu
Pastikan Kelancaran...
Pastikan Kelancaran Pemulangan Jemaah Haji, Garuda Indonesia Intensif Koordinasi dengan Arab Saudi
4 jam yang lalu
Infografis
Harga Cabai Rawit Merah...
Harga Cabai Rawit Merah Rp100.000 per Kg, Wamendag Salahkan Cuaca
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved