Akuisisi lahan, SMRA siapakan dana Rp1,5 T
Jum'at, 07 Februari 2014 - 16:15 WIB
Akuisisi lahan, SMRA siapakan dana Rp1,5 T
A
A
A
Sindonews.com - PT Sumamrecon Agung Tbk (SMRA) menyiapkan dana sekitar Rp1,5 triliun untuk akuisisi dua lahan di wilayah selatan Jakarta dan Bandung, Jawa Barat.
Lahan seluas 200 hektar (ha) di wilayah Bandung, Jawa Barat dan sekitar 300 ha untuk lahan yang terletak di wilayah selatan Jakarta diperkirakan dapat beroperasi pada akhir tahun ini atau awal 2015.
“Pembangunan itu sekitar 24 bulan, artinya kalau tidak akhir tahun nanti atau awal tahun depan baru kami launch,” kata Direktur Utama Summarecon Agung Johanes Mardjuki di Jakarta, Jumat (7/2/2014).
Dia mengungkapkan, kawasan hunian itu diperkirakan untuk kalangan kelas menengah dan atas. Menurut dia, aksi ini merupakan kelanjutan dari rencana perseroan membangun kawasan kota mandiri di kedua wilayah tersebut.
Rencananya, Johanes menuturkan, penjualan kedua wilayah tersebut juga akan dimulai pada 2015 dan 2016 mendatang. “Proyek baru ini juga nantinya akan dapat mendongkrak segmen pendapatan berulang perseroan,” pungkas dia.
Sebelumnya perseroan telah menargetkan bisa meningkatkan pendapatan berulang (recurring income) hingga 27-28 persen dari total pendapatan 2014. Pada saat ini, pendapatan berulang yang dibukukan perseroan sekitar 25 persen.
Target itu diyakini bisa direalisasikan karena dua hotel milik perseroan mulai beroperasi pada tahun ini.Dia menuturkan, ada dua hotel milik perseroan yang akan selesai dalam waktu dekat, diantaranya Harris Hotel di Bekasi dengan nilai proyek Rp200 miliar serta Pop Hotel di Kelapa Gading senilai Rp150 miliar.
“Pop Hotel dengan konsep budget hotel diperkirakan baru beroperasi pada semester II tahun ini,” papar dia.
Dengan masuknya dua hotel tersebut, dia optimiss akan meningkatkan pendapatan berulang perseroan. Perseroan memang sengaja meningkatkan pendapatan berulang untuk menjamin keberlangsungan usaha di masa depan. Itulah sebabnya di masa mendatang perseroan akan terus meningkatkan porsi pendapatan berulang.
Dia menambahkan, perseroan belum lama ini juga telah melakukan groundbreaking atas proyek hotel bernilai Rp700 miliar dan diperkirakan proyek itu akan rampung pada 2015 mendatang. Pada tahap awal, SMRA membangun hotel bintang lima dengan menggandeng operator asal Swiss, Movenpick Hotels & Resorts.
Lahan seluas 200 hektar (ha) di wilayah Bandung, Jawa Barat dan sekitar 300 ha untuk lahan yang terletak di wilayah selatan Jakarta diperkirakan dapat beroperasi pada akhir tahun ini atau awal 2015.
“Pembangunan itu sekitar 24 bulan, artinya kalau tidak akhir tahun nanti atau awal tahun depan baru kami launch,” kata Direktur Utama Summarecon Agung Johanes Mardjuki di Jakarta, Jumat (7/2/2014).
Dia mengungkapkan, kawasan hunian itu diperkirakan untuk kalangan kelas menengah dan atas. Menurut dia, aksi ini merupakan kelanjutan dari rencana perseroan membangun kawasan kota mandiri di kedua wilayah tersebut.
Rencananya, Johanes menuturkan, penjualan kedua wilayah tersebut juga akan dimulai pada 2015 dan 2016 mendatang. “Proyek baru ini juga nantinya akan dapat mendongkrak segmen pendapatan berulang perseroan,” pungkas dia.
Sebelumnya perseroan telah menargetkan bisa meningkatkan pendapatan berulang (recurring income) hingga 27-28 persen dari total pendapatan 2014. Pada saat ini, pendapatan berulang yang dibukukan perseroan sekitar 25 persen.
Target itu diyakini bisa direalisasikan karena dua hotel milik perseroan mulai beroperasi pada tahun ini.Dia menuturkan, ada dua hotel milik perseroan yang akan selesai dalam waktu dekat, diantaranya Harris Hotel di Bekasi dengan nilai proyek Rp200 miliar serta Pop Hotel di Kelapa Gading senilai Rp150 miliar.
“Pop Hotel dengan konsep budget hotel diperkirakan baru beroperasi pada semester II tahun ini,” papar dia.
Dengan masuknya dua hotel tersebut, dia optimiss akan meningkatkan pendapatan berulang perseroan. Perseroan memang sengaja meningkatkan pendapatan berulang untuk menjamin keberlangsungan usaha di masa depan. Itulah sebabnya di masa mendatang perseroan akan terus meningkatkan porsi pendapatan berulang.
Dia menambahkan, perseroan belum lama ini juga telah melakukan groundbreaking atas proyek hotel bernilai Rp700 miliar dan diperkirakan proyek itu akan rampung pada 2015 mendatang. Pada tahap awal, SMRA membangun hotel bintang lima dengan menggandeng operator asal Swiss, Movenpick Hotels & Resorts.
(rna)
Lihat Juga :