China Minzhong catat penjualan 905 juta RMB
Jum'at, 14 Februari 2014 - 10:15 WIB
China Minzhong catat penjualan 905 juta RMB
A
A
A
Sindonews.com - Anak perusahaan PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) yang sahamnya tercatat di Bursa Singapura, China Minzhong Food Corporation Ltd (CMFC) mencatat penjualan sebesar 905 juta RMB untuk periode tiga bulan yang berakhir 31 Desember 2013.
Angka tersebut tumbuh 51 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 860,9 juta RMB.
Dalam keterangan INDF di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (14/2/2014) dijelaskan bahwa naiknya penjualan tersebut didukung kegiatan usaha cultivation sebesar 37 juta RMB dan branded sebesar 47,1 juta RMB.
Kendati demikian, terjadi penurunan penjualan pada usaha produk sayuran olahan (processed vegetables) sebesar 40 juta RMB. Usaha sayuran olahan yang menyumbang 52,6 persen terhadap total penjualan mengalami koreksi 7,8 persen menjadi 476,1 juta RMB.
Sementara itu, usaha cultivation yang menghasilkan sayuran segar mengontribusi sekitar 35,8 persen terhadap total penjualan. Sedangkan usaha branded terutama dari produk minuman berkontribusi 11,6 persen terhadap total penjualan.
Penjualan sayuran segara pada periode tersebut tumbuh 21,6 persen didukung pertumbuhan volume 55,3 persen sebagai hasil meningkatnya yield. Adapun, penjualan produk minuman melonjak 172,8 persen menjadi 97,8 juta RMB didukung kenaikan volume penjualan sebesar 185,4 persen sebagai hasil pemasaran sebelum hari raya China.
Laba bruto tercatat tumbuh 1,3 persen menjadi 318,4 juta RMB, sedangkan marjin laba bruto susut 13 basis poin menjadi 35,2 persen karena naiknya beban bahan baku pada usaha sayuran olahan dan tenaga kerja pada usaha cultivation.
Beban penjualan dan distribusi melonjak 6,9 persen menjadi 38,2 juta RMB dari sebelumnya 2,5 juta RMB. Kenaikan ini karena naiknya beban pemasaran dan periklanan sebesar 2,1 juta RMB untuk produk bermerek di pasar domestik China.
Selain itu, beban administrasi tercatat meningkat 29,6 persen menjadi 36,2 juta RMB dari sebelumnya 8,3 juta RMB karena naiknya jasa tenaga ahli selama periode itu.
Angka tersebut tumbuh 51 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 860,9 juta RMB.
Dalam keterangan INDF di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (14/2/2014) dijelaskan bahwa naiknya penjualan tersebut didukung kegiatan usaha cultivation sebesar 37 juta RMB dan branded sebesar 47,1 juta RMB.
Kendati demikian, terjadi penurunan penjualan pada usaha produk sayuran olahan (processed vegetables) sebesar 40 juta RMB. Usaha sayuran olahan yang menyumbang 52,6 persen terhadap total penjualan mengalami koreksi 7,8 persen menjadi 476,1 juta RMB.
Sementara itu, usaha cultivation yang menghasilkan sayuran segar mengontribusi sekitar 35,8 persen terhadap total penjualan. Sedangkan usaha branded terutama dari produk minuman berkontribusi 11,6 persen terhadap total penjualan.
Penjualan sayuran segara pada periode tersebut tumbuh 21,6 persen didukung pertumbuhan volume 55,3 persen sebagai hasil meningkatnya yield. Adapun, penjualan produk minuman melonjak 172,8 persen menjadi 97,8 juta RMB didukung kenaikan volume penjualan sebesar 185,4 persen sebagai hasil pemasaran sebelum hari raya China.
Laba bruto tercatat tumbuh 1,3 persen menjadi 318,4 juta RMB, sedangkan marjin laba bruto susut 13 basis poin menjadi 35,2 persen karena naiknya beban bahan baku pada usaha sayuran olahan dan tenaga kerja pada usaha cultivation.
Beban penjualan dan distribusi melonjak 6,9 persen menjadi 38,2 juta RMB dari sebelumnya 2,5 juta RMB. Kenaikan ini karena naiknya beban pemasaran dan periklanan sebesar 2,1 juta RMB untuk produk bermerek di pasar domestik China.
Selain itu, beban administrasi tercatat meningkat 29,6 persen menjadi 36,2 juta RMB dari sebelumnya 8,3 juta RMB karena naiknya jasa tenaga ahli selama periode itu.
(rna)
Lihat Juga :