Pertamina maksimalkan distribusi BBM dan elpiji

Jum'at, 14 Februari 2014 - 17:37 WIB
Pertamina maksimalkan...
Pertamina maksimalkan distribusi BBM dan elpiji
A A A
Sindonews.com - PT Pertamina (persero) telah menyiapkan berbagai antisipasi untuk tetap menjaga ketersediaan serta distribusi BBM dan elpiji di wilayah terdampak bencana letusan Gunung Kelud, Kediri, Jawa Timur (Jatim), pada Kamis (13/2/2014) malam.

Vice President Corporate Communication Pertamina, Ali Mundakir mengungkapkan, secara umum pasokan BBM dan elpiji di Jatim dan Jawa Tengah (Jateng) dalam kondisi normal.

Sementara, tebalnya hujan abu dan pasir vulkanik menyebabkan jarak pandang sangat pendek di daerah-daerah terdampak letusan Gunung Kelud. Sehingga menganggu mobilitas masyarakat dan mengurangi volume permintaan BBM dan elpiji.

"Untuk daerah Kasembon dan Ngantap karena debu yang sangat tebal dan masyakat juga telah diungsikan, maka dua SPBU di daerah tersebut tidak dioperasikan. Konfirmasi untuk pengurangan atau pembatalan permintaan suplai BBM juga terjadi di Jateng karena tebalnya hujan debu vulkanik Gunung Kelud yang menyebabkan turunnya permintaan masyarakat seperti di Yogyakarta, Surakarta, dan Kebumen," kata dia dalam rilisnya, Jumat (14/2/2014).

Untuk distribusi ke wilayah-wilayah yang memiliki jarak pandang terbatas seperti dari TBBM Rewulu, lanjut dia, bahkan sampai diperlukan pengawalan pihak kepolisian karena jarak pandang yang sangat pendek yaitu kurang dari 10 meter.

Beberapa DPPU di Jateng dna Jatim juga berhenti operasi karena penutupan bandara, meliputi DPPU Adi Soemarmo, Solo, DPPU Ahmad Yani, Semarang, DPPU Tunggul Wulung Cilacap, DPPU Adisutjipto Yogyakarta, DPPU Abdurrahman Saleh, Malang, dan DPPU Juanda, Surabaya.

Selain itu, Pertamina juga menutup refueler di DPPU untuk mengamankannya dari debu yang ketebalannya bisa mencapai 10 cm. Sementara, pasokan elpiji relatif tidak ada kendala distribusi dan stok dalam kondisi aman.

"Untuk tetap melayani kebutuhan masyarakat di wilayah tersebut, Pertamina akan menyiapkan operasi pasar di daerah bencana, khususnya untuk mengantisipasi pangkalan yang tutup, karena pemiliknya mengungsi. Seperti di Wates (Agen PT Trisnawati dan Polsek Ngancar), Pare, Kediri (Pasar Pahing), dan Blitar (Stadion Brawijaya)," paparnya.

Sementara, operasional kilang Cilacap saat ini dalam kondisi normal, walaupun hujan debu sudah menutupi sebagian besar Kabupaten Cilacap, Jateng. "Untuk mengamankan operasi kilang, Pertamina menyiapkan filter udara jika diperlukan untuk melindungi peralatan kilang, sehingga tetap dapat beroperasi normal," pungkas dia.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Petani Mendapat Sosialisasi...
Petani Mendapat Sosialisasi Keamanan Seiring Gas JTB Mulai Dialirkan
Pertamina Mulai Berlakukan...
Pertamina Mulai Berlakukan Transaksi Non Tunai
Penjualan Kondensat...
Penjualan Kondensat Pertamina EP Subang Field
Pertamina EP Donggi...
Pertamina EP Donggi Matindok Field Dorong Perekonomian Kelompok Wanita Banggai
PEP Prabumulih Field...
PEP Prabumulih Field Dukung Gerakan Ketahanan Pangan
Restrukturisasi Pertamina...
Restrukturisasi Pertamina Ditegaskan Sesuai Buku Putih dan Roadmap BUMN
Berita Terkini
Pemerintah Pastikan...
Pemerintah Pastikan Streamlining BUMN Transparan, Libatkan Kejaksaan Agung hingga BPK
43 menit yang lalu
IHSG Masih Berlari di...
IHSG Masih Berlari di Zona Hijau, Pagi Ini Bertengger pada Level 5.893
1 jam yang lalu
Daftar Lengkap Harga...
Daftar Lengkap Harga Emas Antam Hari Ini usai Malas Bergerak di Rp2,6 Juta per Gram
1 jam yang lalu
Dulu Termiskin, Negara...
Dulu Termiskin, Negara Kecil Ini Mendadak Jadi Raja Minyak Baru Akibat Perang Iran!
2 jam yang lalu
Tekanan Jual Mulai Terkendali,...
Tekanan Jual Mulai Terkendali, IHSG Berpeluang Lanjutkan Rebound ke 6.000-6.050
3 jam yang lalu
Babak Baru Perang Energi:...
Babak Baru Perang Energi: OPEC+ Siap Banjiri Pasar Global, Siap-siap Harga Minyak Makin Ambles
4 jam yang lalu
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved