1.000 perusahaan di Sulsel terancam denda Rp1 M

Jum'at, 14 Februari 2014 - 18:59 WIB
1.000 perusahaan di...
1.000 perusahaan di Sulsel terancam denda Rp1 M
A A A
Sindonews.com - Sekitar 1.000 perusahaan terancam terkena denda sebesar Rp1 miliar, karena belum mendaftarkan para pekerjanya pada Badan Pelaksana Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan.

Kepala Kantor Wilayah BPJS Sulwesi, Maluku, Arief Budiarto mengatakan, para pekerja ini berhak mendapat jaminan perlindungan sosial baik berupa jaminan hari tua (JHT) jaminan kesehatan atau jaminan kecelakaan kerja, tanpa memandang perusahaan besar dan kecil.

"Perusahaan dianggap memiliki penghasilan, sehingga berkewajiban mendaftarkan pekerjanya ke BPJS. Karena itu sanksinya sama. Kami menduga masih ada sekitar 1.000 perusahaan di Sulawesi Selatan (Sulsel) yang belum mendaftarkan pekerjanya," kata dia, Jumat (14/2/2014).

Menurutnya, bagi perusahaan nakal yang terlapor di BPJS, akan diberikan peringatan tertulis. Jika pada bulan kedua tidak juga mengindahkan, maka akan diberlakukan sanksi berupa denda Rp1 miliar dan ancaman kurungan satu tahun.

Selain itu, dugaan pelanggaran ketenagakerjaan juga disinyalir terjadi dalam bentuk pelaporan upah ke BPJS yang tidak sesuai besaran. Sehingga memperkecil beban angsuran yang harus di tanggung pemberi kerja.

Pelanggaran lainnya, dengan hanya mendaftarkan sebagian pekerjanya dalam kepesertaan BPJS. Bahkan, pihaknya juga memprediksi jika 50 persen pekerja di Sulsel belum masuk dalam kepesertaan BPJS.

"Makanya kita berharap ada kesadaran dari perusahaan-perusahaan ini di samping pihaknya akan gencar melakukan sosialisasi," ujar Arief.

Selain itu, lanjut dia, pihaknya juga akan mengintensifkan pengawasan di lapangan bekerja sama dengan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker). Apalagi regulasi telah mengatur jika peserta BPJS tidak hanya pada tenaga kerja domestik, tapi juga menyasar tenaga kerja asing yang bekerja di Indonesia minimal enam bulan lamanya.

"Banyak kan perusahaan yang memperkerjakan ekspatriat. Ini juga harus masuk kepesertaan. kalau dulu sudah tercover di negara masing-masing sudah tidak wajib, sekarang itu tidak berlaku lagi," jelasnya.

Selain itu, BPJS juga akan menyasar TNI/Polri dan PNS. Sehingga dengan sasaram baru peserta BPJS Ketenagakerjaan, pihaknya menargetkan mampu meraih kepesertaan sebanyak 127.806 tenaga kerja dan 2892 perusahaan baru pada 2014 ini.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BPJS Kesehatan Jadi...
BPJS Kesehatan Jadi Syarat Berbagai Pelayanan Publik, Berikut Penjelasannya
BPJS Ketenagakerjaan...
BPJS Ketenagakerjaan Berikan Kado Kemudahan Klaim Manfaat bagi PMI di Hari Migran Internasional
Target Cakupan BPJS...
Target Cakupan BPJS Ketenagakerjaan
Kerugian BPJS Ketenagakerjaan...
Kerugian BPJS Ketenagakerjaan Capai Rp20 Triliun, Kejagung Dalami Upaya Kesengajaan
BPJS Ketenagakerjaan...
BPJS Ketenagakerjaan Dukung Grab dan Kementerian UMKM Hadirkan Bantalan Sosial Digital
BPJS Ketenagakerjaan...
BPJS Ketenagakerjaan Komitmen Perkuat Relasi Media dan Masyarakat
Berita Terkini
Harga Emas Hari Ini...
Harga Emas Hari Ini Berbalik Merayap Naik Rp3 Ribu per Gram, Intip Rincian Lengkapnya
1 jam yang lalu
DJP Gandeng Babinsa...
DJP Gandeng Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Pajak: Hanya Pendamping, Tak Perlu Khawatir
2 jam yang lalu
60 Negara Jadi Sasaran...
60 Negara Jadi Sasaran Tarif Baru Trump, Termasuk Sekutu Dekat AS!
2 jam yang lalu
Diplomasi Sawit Perlu...
Diplomasi Sawit Perlu Diperkuat untuk Jaga Daya Saing Ekspor
11 jam yang lalu
Perang AS-Iran Kian...
Perang AS-Iran Kian Sengit, ASEAN Wanti-wanti Krisis Pangan dan Energi
12 jam yang lalu
Garudafood Resmikan...
Garudafood Resmikan Rumah Maggot di Depok, Kelola 100 Ton Sampah Organik Jadi Nilai Ekonomi
12 jam yang lalu
Infografis
Jet Tempur F/A-18 AS...
Jet Tempur F/A-18 AS Seharga Rp1 Triliun Hilang di Laut Merah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved