Masyarakat masih perlu edukasi transaksi e-money

Senin, 17 Februari 2014 - 17:46 WIB
Masyarakat masih perlu...
Masyarakat masih perlu edukasi transaksi e-money
A A A
Sindonews.com - Penggunaan kartu prabayar elektronik (e-money) sebagai alat transaksi masyarakat masih minim. Karena itu, PT Indosat menilai, masyarakat masih membutuhkan waktu dan edukasi.

Head of Area Sulawesi Maluku dan Papua (Sumapa) PT Indosat, Idzuddin mengungkapkan, sejak diluncurkan pada pertengahan 2013 lalu. layanan mobile money dompetku Indosat, belum mendapat respon yang cukup menggembirakan.

“Jumlah pelanggan seluruh Indonesia saja masih satu juta pelanggan. Kita maklumi, prosesnya pasti lama untuk mendapatkan kepercayaan masyarakat. Tapi kami akan terus melakukan edukasi,” ungkapnya kepada, Senin (17/2/2014).

Karena itu, lanjut dia, saat ini perseroan masih dalam proses terus memperkuat produk, sehingga lebih aman untuk digunakan bertransaksi. Selain itu, kerja sama dengan perbankan pun terus dibina untuk memudahkan masyarakat dalam penggunaan produk.

Dalam kesempatan sama, pihaknya menjelaskan, jika saat ini Indosat Sumapa juga tengah serius menggarap kelas korporasi utamanya sektor Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Sebab hampir seluruh korporasi mulai bermigrasi ke sistem kerja yang lebih modern.

“Kami sangat serius menggarap di segmen ini yang ditandai dengan peluncuran brand 'Indosat Business' beberapa saat lalu. Dengan brand ini, seluruh layanan produk bagi pelanggan korporat akan lebih tersentralisasi. Kami sudah tidak membedakan lagi mana korporasi besar atau UMKM. Keduanya akan di-treatment sama baiknya," ungkapnya.

Apalagi, kata dia, pelaku bisnis UMKM juga bercita-cita dan memang memiliki potensi untuk menjadi besar, sehingga harus mendapat dukungan. Meski Idzuddin mengaku, saat ini layanan konsumer seluler masih menjadi lumbung keuntungan utama.

“Kita berharap kehadiran Indosat dapat mendukung perkembangan bisnis mereka. Terutama pada industri kreatif dengan memberikan tarif khusus secara paket,” ujarnya.

Sayangnya, untuk rencana investasi dan pengembangan tahun 2014 di wilayah ini, Idzuddin masih enggan berkomentar. Hanya saja mengingat potensi pasar yang cukup besar, sehingga dia menjamin akan ada penambahan sejumlah infrastuktur pendukung.

“Saat ini pertumbuhan pelanggan 12-15 persen. Kalau dibandingkan Jawa memang jumlah pelanggan Sumapa kecil, tapi potensinya besar untuk digarap. Sehingga kami akan melakukan penambahan BTS. Berapa investasinya nanti kami sampaikan di lain waktu,” tandasnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Haloo! Indosat Bagi...
Haloo! Indosat Bagi Dividen Rp2,06 Triliun, BUMN Dapat Berapa?
Terdampak Pandemi, Indosat...
Terdampak Pandemi, Indosat Rugi Rp457 Miliar di Kuartal III
4.000 Menara Indosat...
4.000 Menara Indosat Bakal Dijual, Masuk Tahap Awal Penjajakan
Dihajar COVID-19, Kinerja...
Dihajar COVID-19, Kinerja Indosat Ooredoo Diklaim Tetap Tumbuh
Bos Indosat Kompak Borong...
Bos Indosat Kompak Borong Saham ISAT, Ada Sinyal Apa?
Indosat M2 Berhenti...
Indosat M2 Berhenti Beroperasi, Pemerintah Diminta Lindungi Hak 500 Pekerja
Berita Terkini
Pertamina EP Bukukan...
Pertamina EP Bukukan Produksi Migas 205 Ribu MBOEPD Sepanjang 2025
1 jam yang lalu
Diganjar Rating Negatif...
Diganjar Rating Negatif dari Moody's, Danantara Bilang Begini
1 jam yang lalu
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp11.000 per Gram, Ini Rincian Lengkapnya
2 jam yang lalu
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau Sesaat, Lalu Ambruk Lebih dari 1%
3 jam yang lalu
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
3 jam yang lalu
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
4 jam yang lalu
Infografis
Perlu Diwaspadai, Ini...
Perlu Diwaspadai, Ini 15 Tanda Tubuh Kelebihan Kafein
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved